o1 o2

Economy - Industri


Harga Beras Dalam Negeri Lebih Tinggi!

Kamis, 21 Januari 2010 - 12:57 wib
text TEXT SIZE :  
Andina Meryani - Okezone
Beras. Foto: Koran SI

JAKARTA - Harga beras dalam negeri ternyata masih lebih tinggi dari harga beras internasional. Sehingga fluktuasi harga beras dalam negeri lebih disebabkan karena kondisi psikologis yang lebih baik maupun ketersediaan pasokan.
 
Menteri Pertanian Suswono menyatakan kenaikan harga beras tersebut disebabkan berkurangnya pasokan dari sentra produksi yang berbeda dibandingkan dengan kondisi pada 2009 karena pergeseran musim tanam dan musim panen pada 2009-2010 akibat dari El Nino.
 
"Harga (beras) di pasar internasional masih di bawah Indonesia. Ini karena efek dari El Nino kemarin, jadi kita mengalami kemunduran musim panen," ujarnya saat konferensi pers usai kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
 
Meskipun demikian, dia menyatakan bahwa mulai Januari ini akan terdapat sejumlah daerah yang memasuki musim panen di mana puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Maret.
 
Pada Januari, diperkirakan akan terdapat 400 ribu hektare (Ha) lahan pertanian yang akan dipanen, Februari sebanyak 1 juta Ha, dan Maret puncaknya akan dipanen dua juta Ha.
 
Adapun ekspektasi panen setiap Ha sebesar 50 ton beras, maka pada Januari sendiri akan diperoleh tambahan pasokan sekira 20 juta ton. "Sabtu ini kita akan panen di Kudus," tambahnya.
 
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, beras jenis IR64-II mengalami kenaikan sebesar Rp250 yaitu dari Rp6.000 menjadi Rp6.250 per kilogram. Secara nasional harga rata-rata beras pada Januari 2010 mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen dibandingkan harga rata-rata Desember 2009 yaitu Rp6.145 menjadi Rp6.250 per kilogram.
 
Daerah yang mengalami kenaikan di atas harga toleransi sebesar 15 persen adalah Mataram (31,13 persen), Jayapura (22,31 persen), Palembang (16,74 persen), dan Banten (15,41 persen). Sedangkan daerah lain yang perlu diwaspadai kenaikan harganya antara lain Bengkulu (14,88 persen), Mamuju (13,87 persen) dan Desember (12,28 persen). Sementara itu cadangan beras pemerintah sendiri di Perum Bulog mencapai 500 ribu ton sehingga totalnya stok mencapai 1,7 juta ton.
 
Ditambahkannya, dengan harga beras internasional yang justru lebih rendah dibanding dengan harga dalam negeri, tidak ada ruang bagi para pedagang atau spekulan untuk menyeludupkan beras ke luar negeri karena justru akan membuat mereka merugi.
 
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kelangkaan pasokan. "Karena harga di luar lebih rendah, enggak mungkin mereka menyelundupkan beras ke luar, rugi," tandasnya.
(ade)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4