Foto: Koran SI
JAKARTA - Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkoreksi dalam hingga siang ini tembus level Rp2.600 per lembarnya. Ada tiga alasan mengapa saham sejuta umat sektor batu bara ini melemah. Terpantau hingga pukul 10.30 JATS, saham BUMI anjlok 4,59 persen atau setara Rp125 ke level Rp2.600 per lembarnya.
"Ada tiga alasan utama saat ini kenapa BUMI terkoreksi," ujar Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang kepada okezone, di Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Ketiga alasan tersebut yakni, pertama pergerakan bursa di kawasan Asia Pasifik serta global yang melemah cukup dalam. Sehingga memberikan imbas negatif pada perdagangan saham siang ini, tak ayal saham BUMI dan pergerakan saham lainnya ikut terkoreksi. "Regional dan Wall Street yang semalam melemah ikut berimbas ke sini," ujarnya.
Bursa regional seluruhnya terpantau bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 295,40 poin atau setara 2,72 persen ke posisi 10.573,01, indeks Shanghai Composite di China melemah 63,231 poin ke posisi 3.095,632, dan indeks Hang Seng anjlok 551,63 poin ke posisi 20.311,04. Begitu pula indeks Seoul Composite juga turun 38,36 poin ke level 1.683,65.
Kedua, harga minyak kian melemah ke level terendahnya dalam sebulan, terkait penyataan pemerintah Amerika Serikat (AS) mengajukan kebijakan baru di sektor perbankan. Proposal kebijakan perbankan yang diajukan Presiden Barack Obama memberi tekanan terhadap bursa AS dan para trader pun berpikir imbas apa yang akan terjadi pada pasar komoditas.
Ketiga, nilai mata uang rupiah yang melemah cukup dalam hingga menyentuh level Rp9.385 per USD hingga siang ini. "Tiga alasan di atas yang berimbas ke BUMI," ujarnya.
(css)