Dahlan Iskan. Dok dahlaniskan.files.wordpress
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan segera membuka tender pengadaan 12 trafo cadangan berkapasitas 500 KVA untuk memperkuat sistem kelistrikan disejumlah gardu induk di kota-kota besar pada akhir bulan Januari ini.
Tender tersebut dilakukan untuk mendapatkan trafo dengan harga termurah sekaligus menepis anggapan bahwa PLN akan mendapatkan trafo-trafo tersebut langsung dari China.
"Tendernya akan dilakukan minggu-minggu ini untuk beauty contestnya. Bisa dari mana saja, itu kan bukan trafo biasa, enggak harus dari China tapi dari mana-mana yang termurah dan tercepat," ujar Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan, seusai Rapat Umum Pemegang Saham *RUPS) PT PLN (persero), di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/1/2010).
Sebelumnya, PLN pernah menyatakan bahwa PLN akan melakukan penunjukkan langsung untuk melakukan pembelian terhadap 12 trafo tersebut karena kebutuhan yang sangat mendesak. Namun, hal tersebut tidak jadi dilakukan karena tidak ingin melanggar ketentuan mengenai pengadaan barang. PLN sendiri telah menganggarkan dana sekira Rp600 miliar dalam RKAP 2010 untuk membeli trafo tersebut.
Selain akan segera membuka tender pengadaan 12 trafo, PLN juga akan segera membuka tender pembangunan tujuh pembangkit kecil berkapasitas 7 - 25 MW dengan total kapasitasnya 1500 -2000 MW pada akhir bulan Januari atau awal bulan Februari mendatang.
"Yang kecil-kecil banyak, karena itu kita perbanyak pembangkit yang kecil tendernya paling lambat satu bulan lagi," tambahnya.
Sebelumnya, pada akhir tahun 2009 Dia pernah mengungkapkan bahwa PT PLN (persero) tengah menjajaki kemungkinan pembangunan pembangkit-pembangkit dengan kapasitas kecil di luar Jawa untuk menambah daya listrik. Diperkirakan pembangkit yang akan dibangun tersebut berjumlah 100 pembangkit.
"Saya sedang merumuskan pembangkit-pembangkit kecil, tapi banyak sekali. Kalau bisa 100 lah. Pastinya di luar Jawa, kalau di Jawa relatif cukup," ujar Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan beberapa waktu lalu.
(css)