Pjs Gubernur BI Darmin Nasution. Foto: Koran SI
JAKARTA - Kebijakan moneter ke depannya akan diarahkan untuk menjaga agar inflasi rendah dan stabil dengan sasaran inflasi 2010 pada kisaran lima persen plus minus satu persen.
Selain itu juga diarahkan agar inflasi terus dalam tren yang menurun sehingga berada pada tingkat yang rendah sebanding dengan tingkat inflasi di negara kawasan, yang sudah berada pada kisaran tiga persen.
Hal tersebut dikatakan Pjs Gubernur BI Darmin Nasution, saat menyampaikan pidato dalam acara Bankers Dinner, di Gedung Kebon Sirih Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010) malam.
"Upaya mencapai tingkat inflasi yang rendah dalam jangka menengah ini sangat relevan untuk menjaga daya saing perekonomian domestik, terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community pada 2015," ungkapnya.
Darmin menambahkan bila hal tersebut dilakukan karena Indonesia baru saja melalui tahun 2009 dengan sejumlah pencapaian yang patut dibanggakan. Resiliensi perekonomian kita dalam merespons ekonomi global relatif tinggi.
"Pertumbuhan ekonomi 2009 mencapai 4,3 persen, sehingga perekonomian kita termasuk dalam kelompok sedikit negara yang masih bisa tumbuh positif," katanya.
Sementara itu, kebijakan moneter yang akomodatif sepanjang 2009 ikut mendukung kinerja perekonomian. Kebijakan ini juga didukung oleh langkah-langkah di tataran operasional seperti memperkuat operasi pasar terbuka dan memperbaiki struktur suku bunga.
Di samping cukup berhasil menjaga kondisi perekonomian, stabilitas sektor keuangan juga terpelihara. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sejumlah langkah-langkah kebijakan yang telah diambil pemerintah dan BI untuk mengatasi dampak krisis global pada triwulan terakhir 2008 yang dilanjutkan dengan langkah kebijakan di 2009.
Sektor keuangan yang sempat tertekan pada November 2008 dengan Financial Stability Index (FSI) sebesar 2,43 kemudian menjadi semakin membaik kondisinya secara bertahap sehingga pada akhir Desember 2009, FSI sudah menurun menjadi sebesar 1,91 atau sudah berada di bawah batas indikatif kritis 2,0.
(ade)