Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) akan membentuk unit pegadaian di kuartal I-2010. Hal itu untuk menopang kinerja bisnis mikro perseroan di masa mendatang.
"Kami sedang membuat uji coba untuk mendirikan bisnis pegadaian dalam menopang kinerja sektor mikro mulai tahun ini. Tapi fokusnya lebih ke usaha syariah," ungkap Direktur Utama Bank Danamon Sebastian Paredes, dalam konferensi pers pengunduran dirinya di hotel Shangri-La, Jakarta- Senin (25/1).
Saat ini, Bank Danamon telah memiliki lini bisnis mikro di Danamon Simpan Pinjam (DSP). Unit bisnis tersebut mengoperasikan 801 unit DSP untuk melayani pedagang di pasar tradisional yang besar.
Selain itu, DSP juga melayani 200 unit mobile untuk melayani pedagang di pasar tradisional yang lebih kecil. Maka agar tidak bertabrakan dengan DSP, Danamon akan membuat lini syariah tapi bukan bank. "Fungsinya masih sama dengan pegadaian. Tapi cara pengelolaannya lebih ke sisi syariah," tambah Sebastian.
Selain itu, langkah tersebut juga sejalan dengan fokus Danamon kepada sektor mikro yang nantinya akan memberi kesempatan agar nasabah dapat pembiayaan dan bisa berkembang pada saat yang bersamaan. Langkah tersebut diambil agar dalam jangka waktu enam bulan, unit pegadaian bisa dibuka.
Sementara itu, Direktur Keuangan Danamon Vera Eva Liem menuturkan kondisi saat ini belum memungkinkan untuk membuka unit pegadaian sendiri. Saat ini perseroan tengah membangun infrastruktur bagi unit pegadaian tersebut.
"Kita bangun infrastrukturnya dulu, diharapkan enam bulan sudah bisa dilepas," tukasnya tanpa menyebut jumlah investasi yang disiapkan untuk mendirikan pegadaian syariah tersebut.
Wakil Direktur Utama Bank Danamon Joseph Luhukay menjelaskan pegadaian syariah secara awal akan didirikan pada 20 kota di Indonesia. Pihaknya saat ini juga masih hati-hati menghadapi kompetitor.
"Kami sudah punya bank, multifinance termasuk lini bisnis mikro. Tapi kami tidak ingin head to head dengan bank syariah. Makanya komoditas di pegadaian syariah itu akan dibatasi hanya pada komiditi emas saja," kata Joseph.
Lini bisnis ini akan dikejar paling lambat Juni 2010. Jika perkembangannya bagus, pihaknya akan serentak mendirikan di berbagai kota. Joseph mencontohkan saat pembukaan bisnis DSP. Bank Danamon langsung membuka serentak di 400 kota mulai 2004.
(Didik Purwanto/Koran SI/ade)