Foto: Reuters
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan mengungkapkan rencana tiga tahun ke depan di sektor keuangannya, di antaranya tentang merevisi anggaran nonpemerintahan berupa angka defisit AS di sektor keamanan yang dinilai cukup besar sebesar USD250 miliar dalam kurun waktu tiga tahun. Hal tersebut akan disampaikan Presiden Obama dalam pidato kenegaraannya pada Rabu (27/1/2010) besok.
Seperti dikutip dari AFP, Selasa (26/1/2010), pejabat itu juga menjelaskan, Presiden Obama dan jajarannya sedang merancang kembali sistem keuangan bersama jajarannya, terutama defisit AS yang cukup besar tersebut. Salah satu yang sedang ditinjau yakni kesempatan untuk reorientasi masa kepresidenannya, di tengah badai politik sengit ini.
"Kami mengusulkan untuk pembekuan keamanan nondiscretionary dalam rencana pengeluaran di 2011, dan kemudian selanjutnya dibekukan pada 2012 dan 2013," kata pejabat pada kondisi anonimitas atau kondisi yang sering dimanfaatkan oleh provokator.
Pembekuan tersebut, digunakan untuk menutup total discretionary dalam anggaran belanja yang ada, dan tidak terkait dengan keamanan nasional AS, meskipun anggaran dana untuk masing-masing departemen pemerintah AS disinyalir dapat melonjak di luar anggaran yang sudah ditetapkan.
"Simpanan tersebut selama tiga tahun atau setara dengan USD250 miliar dolar secara berturut-turut di mulai 2011 dan dekade berikutnya," kata pejabat tersebut.
Sekadar mengingatkan, defisit perdagangan AS saja di November 2009 kemungkinan naik. Menurut hasil survei Bloomberg terhadap 76 ekonom, defisit AS diprediksi melonjak menjadi USD34,6 miliar dibandingkan USD32,9 pada Oktober 2009. Saat kepemimpinannya sebagai Presiden AS, Obama sempat mengumumkan anggaran belanjanya di 2010 mencapai USD3 triliun atau setara Rp36.000 triliun.
(css)