Foto: Koran SI
TOKYO - Sejumlah investor kembali memburu logam mulia yang harganya turun cukup dalam pada pekan lalu karena harga emas kian merangkak naik. Kendati demikian, investor tetap mewaspadai hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan suku bunga acuan bank sentral AS pada Rabu (27/1/2010) besok.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (26/1/2010), harga emas di pasar tunai Tokyo merangkak naik 0,3 persen menjadi USD1.101,75 per troy ounce.
Jumat pekan lalu, harga emas sempat terperosok hingga menyentuh USD1.081,90 per troy ounce, merupakan level terendah dalam lima pekan terakhir. Penyebabnya tak lain adalah kekhawatiran pasar terhadap rencana Presiden Barack Obama membatasi gerak institusi keuangan di bursa komoditas. "Sebenarnya, pasar tidak terlalu tertarik dengan penentuan suku bunga Fed," kata Louis Lok, Diler Senior Bank of China di Hong Kong.
Menurut dia, harga emas akan bergerak di kisaran USD1.085-USD1.110 per troy ounce sampai Fed mengumumkan tingkat suku bunga acuannya. Koreksi yang terjadi pada pekan lalu membuat investor kembali memburu emas.
Harga kontrak emas untuk pengiriman Februari 2010 di Amerika Serikat naik 0,6 persen menjadi USD1.101,70 per troy ounce dibandingkan dengan sebelumnya di Comex, New York Mercantile Exchange (Nymex) yang sebesar USD1.095,70 per troy ounce.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya, seperti platina dan paladium, ikut terkerek kenaikan harga emas. Harga platina di pasar tunai mencapai USD1.556,50 per troy ounce dan paladium USD440 per troy ounce.
(css)