JAKARTA - Sentimen negatif atas perekonomian Amerika Serikat (AS) nampaknya bakal melemahkan dolar AS. Hal itu menjadi dorongan terhadap mata uang rupiah untuk menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (16/1/2010).
"Sekarang cenderung muncul sentimen negatif terhadap perekonomian AS, sehingga USD akan melemah. Dengan demikian, rupiah akan menguat," kata Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono kepada okezone di Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Penyebab dari sentimen negatif ini, lanjutnya, karena pemerintahan AS dibawah pimpinan Presiden Barack Obama tidak sesuai ekspektasi dalam satu tahun pertamanya dari yang semula sangat tinggi
Walau ia memprediksi bakal menguat, menurutnya pergerakannya akan lambat. Karena sentimen positif yang berasal dari faktor domestik belum ada. "Saya duga besok rupiah akan meneruskan penguatan ke Rp9.300-9.330," jelasnya.
Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, Senin (25/1/2010), nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat di bawah level Rp9.350 per USD.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs tengah rupiah pada Senin (25/1/2010) ditutup di level Rp9.340 per USD, melemah jika dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang sempat berada di Rp9.355 per USD. Sementara itu, kurs jual rupiah hari ini berada di level Rp9.387 dan kurs beli di Rp9.293 per USD.
Seperti dilansir dari Valbury Securities, USD sesi perdagangan Jumat 22 Januari 2010 sempat merosot, sementara yen menguat karena investor mengurangi perdagangan aset yang lebih berisiko, kecewa atas proposal Presiden AS Barack Obama yang mengekang kegiatan perdagangan dari bank-bank.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.