Foto: Koran SI
JAKARTA - Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sesi pertama siang ini terpantau melemah, seiring sentimen bursa Asia Pasifik yang melemah hingga siang ini. Terpantau saham sejuta umat ini melemah dan sempat menyentuh Rp2.550 per lembarnya.
"Sesi pertama, BUMI mengalami koreksi cukup dalam dikarenakan sentimen regional terutama Hang Seng yang terjadi penurunan cukup dalam," ujar analis riset Reliance Securities Gina Novrina Nasution, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Kendati demikian, potensi penguatan saham BUMI hari ini masih terbuka lebar, karena pada perdagangan kemarin, saham sejuta umat ini ditutup di level harga tertingginya Rp2.675 meski dengan volume transaksi yang masih tipis.
Penguatan kemarin sekaligus menandakan buyer BUMI masih cukup kuat. Karena itu, saham batu bara thermal ini akan terdorong menguat tipis. Pergerakan saham BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.775 dan Rp2.550 sebagai level support-nya. "Sehingga saham-saham batu bara tergerus cukup dalam," ujarnya.
Ke depannya, sejumlah investor yang memiliki saham BUMI diharapkan tidak perlu khawatir, saham BUMI dan sejumlah saham sektor komoditas diprediksi bakalan menguat. "Aksi panik selling tidak melanda kembali di sesi II dan investor mulai kembali akumulasi saham-saham khususnya saham-saham yang berbasis komoditas," pungkasnya.
Sementara, bursa regional cenderung bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 95,15 poin atau setara 0,91 persen ke posisi 10.417,54, indeks Shanghai Composite di China turun 63,525 poin ke posisi 3.030,886, dan indeks Hang Seng jeblok 361,55 poin ke posisi 20.237,00. Begitu pula indeks Seoul Composite juga turun 33 poin ke level 1.637,2.
(css)