Foto: Okezone
JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar USD600 juta. Anggaran tersebut lebih kecil dari anggaran dua tahun sebelumnya sebesar USD1,3 miliar.
"Anggaran capex tahun ini lebih rendah dari dua tahun lalu atau minimal sama dengan tahun lalu. Anggaran capex perseroan memang dari tahun ke tahun semakin menurun," ungkap Chief Marketing Officer Indosat Guntur S Siboro, selepas acara Grow Or Die Business Strategi Workshop 2010 di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Penurunan capex tersebut, lanjut Guntur, karena perseroan menganggap hanya menggunakan capex untuk penambahan kapasitas saja. Selama ini perseroan masih menganggap kapasitas masih memadai sehingga hanya perlu ditambah sedikit saja.
Sementara mengenai pertumbuhan industri telekomunikasi, kata Guntur, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di sekitar 5-5,5 persen maka industri telekomunikasi diprediksi akan bergerak di kisaran 7-9 persen.
"Optimisme tersebut dilakukan karena perseroan menganggap bisnis mobile data akan berkembang pesat tahun ini. Apalagi Indosat juga sudah menurunkan tarif data dari Rp1/kb menjadi Rp0,3/kb," katanya.
Meski tarif diturunkan, kata Guntur, perseroan tidak akan takut laba tergerus. Pihaknya menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan laba perusahaan.
Di antaranya adalah menjual Cumi Berry (Cuma Mirip Blackberry) yaitu ponsel dengan harga kurang dari Rp1 juta. Apalagi penjualan ponsel tersebut dibundling dengan kartu dari Indosat. "Labanya pasti naik di tahun 2009 kemarin. Tapi kami belum bisa beritahu," elaknya.
(Didik Purwanto/Koran SI/css)