Foto: Koran SI
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan segera mengupayakan perbaikan jalan vital di Tanah Air. Pasalnya, kerusakan di ruas jalan vital itu dapat menghambat perekonomian antar wilayah dan menyebakan kemacetan serta kecelakaan transportasi.
"Kami akan berupaya maksimal untuk memperbaiki ruas-ruas jalan terutama yang vital," kata Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, kemarin.
Dia menuturkan, kerusakan yang terjadi di ruas jalan pantai utara (Pantura) Jawa dan jalan lintas Sumatera (jalinsum) disebabkan umur jalan yang hampir habis. Dia mencontohkan, untuk jalan yang dibangun dengan umur 5 juta kendaraan, jika sudah 2,5 juta kendaraan, maka harus dilapisi dengan semen baru dan jika hampir melewati angka 5 juta atau sekitar 10 tahun harus segera direkontruksi. Namun, usia jalan yang dibangun untuk 5 juta kendaraan itu bisa di bawah 10 tahun, jika beban kendaraan dua kali lipat kendaraan normal, seperti kendaraan truk yang mengangkut beban berat. Semakin banyak kendaraan, maka semakin mudah jalan itu rusak, ujarnya.
Namun, karena faktor pendanaan yang kurang untuk melakukan semua perbaikan jalan di seluruh Indonesia, sehingga hanya beberapa jalan yang diprioritaskan untuk direkontruksi dan sebagian akan dijadikan jalan penunjang agar tetap fungsional. Jalan yang diprioritaskan untuk direkonstruksi itu adalah jalan yang lalu lintasnya ramai seperti ruas Pantura. Sedangkan, jalan yang lalu lintasnya rendah hanya akan dijadikan jalan penunjang. Pasalnya, untuk rekonstruksi satu kilometer (km) jalan rusak dibutuhkan dana sebesar Rp4 miliar.
Untuk preservasi dengan perbaikan ruas jalan Pantura, kata Hermanto, akan dilakukan tahun ini. Hal itu untuk menjaga agar jalan Pantura tetap fungsional sebagai jalan penghubung perekonomian. Menyusul perbaikan berikutnya akan dilakukan pada jalan-jalan vital lainnya sepeti jalinsum.
Agar rencana itu dapat cepat terealisasi, pihaknya berharap, anggaran untuk perbaikan jalan dapat ditingkatkan. Dari kebutuhan dana sebesar Rp27 triliun di tahun ini, yang dianggarkan pemerintah hanya Rp16,5 triliun. Nilai itu termasuk untuk rekonstruksi, pembangunan dan pelebaran jalan.
Terkait pendanaan ini, pihaknya juga telah menyampaikan penambahan dana kepada Dewan Perwailan Rakyat (DPR) maupun pemerintah. Diharapkan akan ada penambahan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2010. Selain pendanaan dari pemerintah, pihaknya juga mendorong investasi swasta untuk tumbuh guna membantu pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Upaya lain yang dilakukan Kementerian PU untuk memperbaiki jalan-jalan vital yang rusak itu adalah dengan meningkatkan teknologi recycling (daur ulang), yakni dengan menggunakan bahan baru 20 persen dan 80 persen bahan lama. Ini untuk efisiensi. Selain itu, untuk beberapa jalan akan dilakukan kontrak bagi hasil. Jadi, selama empat tahun harus baik terus. Kalau rusak, tidak dibayar, tutur dia.
Kementerian PU juga akan membeton jalan-jalan dengan semen untuk ditinggikan agar kondisi jalan lebih tahan lama dan tidak tergenang saat musim hujan. Di samping itu, kontrak dengan kalangan kontraktor akan dilakukan secara multi years selama tiga tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, guyuran hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan beberapa bagian ruas jalan nasional rusak, seperti di ruas jalan Pantura dan jalinsum. Akibat kerusakan jalan vital ini menyebabkan arus transportasi dan pengiriman barang menimbulkan kemacetan panjang. Selain itu, kerusakan jalan itu juga dikhawatirkan dapat meningkatkan jumlah kecelakaan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengaku mendapat tambahan dana stimulus dari pemerintah pusat sebesar Rp800 miliar. Namun, dana itu dinilai belum memadai karena kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana mencapai Rp1,3 triliun. Menurut informasi, kita akan mendapat dana stimulus untuk infrastruktur, sarana dan prasarana sebesar Rp800 miliar, kata Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin.
Menurut dia, dana tambahan stimulus sebesar Rp800 miliar itu sangat membantu Sumut dalam memperbaiki infrastruktur jalan rusak. Kebutuhan perbaikan jalan di Sumut cukup besar karena panjang jalan nasional di Sumut 2.098 km, sedangkan jalan provinsi 2.752 km. Rata-rata kondisi jalan di Sumut rusak dan membutuhkan perbaikan. (J Erna)
(//css)