Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Gula kristal putih impor yang akan didistribusikan Perum Bulog sebanyak 7.800 ton dibeli dari dari Wee Tiong Thailand. Bulog sendiri telah menyepakati impor gula sebanyak 48.450 ton, yang terdiri atas 32 ribu ton dari Wee Tiong dan 16.450 ton dari Maxwill.
Diungkapkan Kepala Humas Perum Bulog Basirun, di Jakarta, Selasa (26/1/2010), gula yang diimpor Bulog rencananya akan dibongkar di Pelabuhan Teluk Bayur Padang sebanyak 4.000 ton yang diperkirakan tiba pada 13 Februari 2010.
Selain itu, Pelabuhan Dumai 5.000 ton yang dijadwalkan tiba 3 Februari, Pelabuhan Pulau Bai Bengkulu sebanyak 2.000 ton, Pelabuhan Palembang 4.450 ton, Pelabuhan Lampung 5.000 ton, serta Pelabuhan Tanjung Priok 28 ribu ton.
Seperti diketahui, Perum Bulog segera mendistribusikan gula kristal putih impor sebanyak 7.800 ton pekan depan. Bulog menetapkan harga gula impor ini dengan harga eceran tertinggi Rp10 ribu per kilogram (Kg) sehingga harga di gudang sebesar Rp9.300 per Kg.
Dengan digelontorkannya gula impor ini, maka diharapkan bisa mempengaruhi harga gula yang saat ini mengalami tren kenaikan. “Masuknya gula impor akan mempengaruhi harga gula di dalam negeri. Sehingga jika impor 500 ribu ton dapat direalisasikan harga gula akan turun,” kata Dirut Bulog Sutarto Alimoeso.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi tidak mau berkomentar jauh mengenai tidak terealisasinya seluruh kontrak impor gula pada 2010 ini.
“Kenapa harus tercapai semua impornya, kalau lebih sedikit lebih baik kan,” katanya. Dia menambahkan beberapa kontrak pembelian sudah jalan termasuk juga oleh Bulog.
(Sudarsono/Koran SI/ade)