JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi bakal kembali melemah, akibatnya tren nilai dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (27/1/2010).
"Dolar trennya masih melemah (bearish)," kata analis valas dari BRI, Rahmat Wibisono saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (27/12010).
Dijelaskannya, dolar semakin mengalami peningkatan yang tajam. Khususnya atas mata uang Asia. Hal dikarenakan pernyataan Presiden AS Barack Obama yang membatasi aktivitas perbankan. "Dolar masih menguat di market global, terutama mata uang asing," jelasnya.
Walau demikian, dia mengungkapkan kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi BB+ dari Fitch Rating menjadi penahan dari potensi pelemahan yang ada. "Kenaikan peringkat itu membuat capital inflow terjadi," imbuhnya. Menurutnya, rupiah akan berada dalam kisaran Rp9.350-9.340 per USD pada hari ini.
Sebelumnya, berdasarkan data kurs tengah BI pada perdagangan kemarin, Selasa (26/1/2010) nilai tukar rupiah mengalami penguatan atas dolar AS menjadi sebesar Rp9.315 dari hari sebelumnya yang sebesar Rp9.340.
Sementara itu, rupiah untuk kurs jual, rupiah ditransaksikan diposisi Rp9.362, dan kurs beli di level Rp9.268.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.