Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akan melakukan penawaran umum terbatas (right issue) untyuk menyelesaikan transaksinya dengan Camilo Eitzen & Co ASA (CECO) setelah rencana untuk menerbitkan mandatory exchangeable bond (MEB) tidak mendapatkan persetujuan dari Bapepam-LK.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur BLTA Kevin Wong dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (27/1/2010).
"Dengan mempertimbangkan beberapa opsi yang dapat memungkinkan eksekusi transaksi dilakukan lebih awal, BLTA kini menawarkan struktur transaksi baru untuk melengkapi penawaran dengan melakukan penerbitan saham BLTA sebagai bentuk pembayaran kepada para pemegang saham CECO," jelasnya.
Menurutnya, right issue, merupakan proses yang sangat dikenal dan terbukti berhasil di Indonesia, sehingga memperkecil risiko yang dapat muncul dalam mengekseskusi transaksi ini. "Berdasarkan struktur yang baru ini (right issue), transaksi diperkirakan akan selesai pada pertengahan Juni 2010," tambahnya.
Walau demikian, pihak CECO tidak akan memperpanjang periode eksklusitifitas yang telah diberikan kepada perseroan untuk memberikan fleksibilitas bagi CECO dalam penyelesaian perjanjian jangka panjang dengan para kreditur secured dan unsecured.
Pada transaksi ini, RS Platou Markets berperan sebagai penasihat keuangan bagi BLTA. Sementara Carnegie and ABG Sundal Collier berperan sebagai penasihat keuangan CECO.
"Meskipun demikian, direksi (CECO) tetap positif dalam meneruskan proses yang sudah berjalan dengan BLTA bedasarkan syarat dan ketentuan penawaran sukarela yang telah direvisi dan telah diumumkan sebelumnya," paparnya.
Sebelumnya, BLTA menegaskan pihaknya bakal menerbitkan MEB senilai USD368 juta untuk membiayai akuisisinya atas Camilo Eitzen & Co ASA (CECO), sayangnya pihak Bapepam-LK tidak memberikan izin.
Padahal pemegang saham CECO nampaknya akan menjadi pembeli MEB tersebut. Walau demikian, BLTA mengaku tidak akan terjadi perubahan pengendali perusahaan pengapalan tersebut.
Dia menjelaskan, dana sebesar USD168 juta akan dipergunakan untuk membiayai akuisisi tersebut. Di samping itu, senilai USD200 juta akan dipergunakan untuk pengembangan domestik. Selanjutnya, dia menuturkan, jika setengah dari MEB tersebut sudah ada peminatnya. Yakni pemegang utama saham BLTA (PT Tunggal Adhi Bastara, 54 persen), pemegang saham utama CECO (Eitzken), dan investor bank.
Selanjutnya, dengan demikian, maka Eitzen yang merupakan induk CECO bakal memiliki saham sebanyak 20 persen di BLTA. Pihaknya menargetkan rencana tersebut sudah dapat close pada pertengahan atau akhir November mendatang.
(ade)