Hatta: Perekonomian Belum Terpengaruh Suhu Politik

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 28 Januari 2010 15:37 wib
Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Koran SI
Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Koran SI
JAKARTA - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengklaim bahwa memanasnya suhu politik dalam negeri terutama terkait Pansus Hak Angket Bank Century tidak mempengaruhi kondisi perekonomian secara luas.
 
Hal tersebut terlihat dari data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang tetap bertahan pada level yang relatif tinggi dalam beberapa bulan terakhir. IKK yang dibuat oleh PT Danareksa (Persero) sempat turun di September 2009. Namun, pada bulan-bulan berikutnya IKK terus mengalami kenaikan.
 
"Dengan kata lain, perekonomian kita belum terpengaruh oleh menghangatnya proses politik yang terjadi di DPR selama ini," ujarnya saat konferensi pers 100 hari menteri perekonomian KIB II, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
 
Menurutnya, beberapa indikator ekonomi dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan kondisi yang stabil. Laju inflasi pada 2009 dalam tren menurun dan pada Desember 2009 laju inflasi tahunan turun ke 2,8 persen yang merupakan level terendah dalam beberapa tahun terakhir ini.
 
Pada Januari, tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat karena faktor musiman, namun laju inflasi tahunannya diyakini tetap stabil. "Inflasi yang rendah berarti daya beli masyarakat kita tetap terjaga membuat masyarakat tetap mampu berbelanja. Artinya, dorongan terhadap perekonomian kita tetap terjaga," ungkapnya.
 
Hal tersebut dapat dilihat salah satunya dari laju pertumbuhan penjualan mobil yang positif sejak Oktober 2009. Pertumbuhan tahunan penjualan mobil mecapai 35,6 persen.
 
Demikian juga dengan penjualan semen yang menunjukkan kenaikan permintaan. Dalam tiga bulan terakhir pada 2009, rata-rata laju penjualan tahunan mencapai 17,7 persen, atau jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. "Kenaikan permintaan semen karena banyaknya program infrastruktur yang dilaksanakan," tuturnya.
 
Adapula prospek perbaikan ekonomi ini juga membawa sentimen positif di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 11,3 persen dari 2367,7 pada akhir Oktober 2009 ke level 2634,9 pada Januari 18 Januari 2010. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga stabil.
 
Bila pada akhir Oktober nilai tukar rupiah masih berada pada kisaran Rp9.550 per USD, pada 18 Januari 2010 rupiah dipertukarkan pada kisaran Rp9.228 per USD.
(ade)
  • fred » 0 Tanggapan
    bung hatta jangan buat remeh people power... terusin aja bangga dengan hasil angka ekonomi pemerintah... sori gue paling gak sreg dengan posisi anda di kabinet... orang teknik dikasi urus uang negara yang ada uang negara jadi robek2...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit