Foto: Corbis
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia kiat loyo saja dan bertengger dikisaran level USD73 per barel, pada perdagangan Rabu (27/1/2010) waktu setempat, usai laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) tentang penurunan permintaan minyak.
Seperti dilansir AFP, Kamis (28/1/2009) harga minyak untuk kontrak Maret turun USD1,04 menjadi USD73,67 per barel, pada perdagangan New York Mercantile Exchange (Nymex). Level tersebut adalah yang terendah sejak 14 Desember 2009. Sedangkan di London, harga Brent untuk kontrak Maret turun USD1,05 ke USD72,24 per barel pada ICE Futures.
Harga minyak bergerak melemah usai the Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan yang tajam pada cadangan minyal pekan lalu. Namun, para trader juga menyadari, kabut dan ombak pasang di Teluk Mexico, menghambat transportasi minyak sehingga membuat cadangan minyak turun.
The EIA melaporkan, permintaan gasolin turun 0,8 persen selama lebih dari empat pekan, dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan permintaan bahan destilasi untuk minyak cair dan diesel turun 8,1 persen. Kendati perekonomian mulai pulih, namun jumlah pengangguran masih tinggi dan laju industri pun masih lemah.
Harga minyak menguat dua kali lipat setahun lalu, walau permintaan masih kacau. Valero, perusahaan kilang minyak terbesar, melaporkan pada Rabu ini, pihaknya hampir merugi USD2 miliar pada 2009. Dan lemahnya permintaan, memaksa Valero dan pengilang minyak lainnya menghentikan operasional beberapa kilang minyak.
(css)