Getting time...

Optimisme CEO Dunia Melambung di 2010

Kamis, 28 Januari 2010 11:32 wib
Foto: ceoofme
Foto: ceoofme
Kepercayaan bisnis para pimpinan perusahaan (chief executive officer/CEO) kembali melambung menjelang pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) setelah sempat anjlok saat perekonomian global jatuh ke jurang krisis selama lebih dari setahun lalu.
 
Hal ini ditunjukkan survei PricewaterhpouseCoopers (PWC) yang dirilis kemarin. PWC menyatakan mayoritas pemimpin perusahaan akan mendorong perekrutan kembali tenaga kerja tahun ini.
 
Kendati rencana tersebut baru diungkapkan perusahaan berskala kecil yang terkonsentrasi di negara-negara emerging market namun dinilai cukup meyakinkan seiring dengan kuatnya pemulihan ekonomi. Pada survei terhadap 1.200 CEO di 52 negara itu disebutkan, 39 persen pemilik perusahaan akan menambah pekerjanya, sementara 25 persen lainnya menyatakan akan memecat pegawai.
 
Meski masih ada pemutusan hubungan kerja (PHK), kondisi 2010 lebih baik dibanding tahun sebelumnya di mana 50 persen responden menyatakan mengurangi stafnya. ”Tahun lalu kami benar-benar dalam kondisi krisis yang sesungguhnya,” kata Kepala Konsultasi Global PWC Dennis Nally di Davos.
 
Dia menambahkan, para CEO terutama di negara berkembang seperti China dan India saat ini lebih optimistis di dibanding di negara maju.
 
Namun, dia memperingatkan bahwa masih harus ada perhatian khusus tergantung pada kondisi dan konsentrasi perusahaan yang bersangkutan. Optimisme pelaku usaha itu menyusul melambungnya dana segar di seluruh dunia yang diperkirakan mencapai USD5 triliun.
 
PWC sendiri merilis hasil survei tersebut bertepatan dengan WEF yang diikuti 2.500 peserta dari kalangan bisnis dan pemerintah dari seluruh dunia.
 
Dalam survei tersebut CEO perusahaan penyedia informasi Google Inc Eric Schmidt dan CEO Deutsche Bank Josef Ackerman juga termasuk di antara responden yang dimintai keterangan.
 
Menurut catatan PWC, tahun ini perusahaan-perusahaan yang enggan menambah tenaga kerja menilai bahwa kepentingan perekrutan itu memerlukan kepastian apakah ada tidaknya pelemahan aktivitas ekonomi di masa datang. ”Tapi, saya pikir untuk 12 bulan ke depan Anda akan melihat penambahan tenaga kerja secara signifikan,” kata Nally.
 
Dia memperkirakan, angkatan kerja yang terserap bisa mencapai lima persen. Secara keseluruhan, survei PWC menyatakan bahwa 81 persen CEO di seluruh dunia meyakini adanya peningkatan pendapatan perusahaan dalam setahun ke depan. Persentase ini meningkat dibanding survei sebelumnya yang hanya 64 persen.
 
Sementara 31 persen lainnya menyatakan sangat percaya diri dengan masa depan perusahaan. Berdasarkan wilayah, kepercayaan pemimpin bisnis di Amerika Utara dan Uni Eropa masing-masing mencapai 80 persen, Amerika Latin dan China mencapai 90 persen, serta India 97 persen.
 
Keyakinan para pelaku usaha juga ditunjukkan pada survei lembaga konsultasi Accenture yang menyatakan adanya perbaikan sentimen bisnis. Pandangan Accenture pada survei kali ini didasarkan pada tingginya ekspektasi pada pasar saham dari hari ke hari.
 
”Setiap orang mencoba bekerja keras dalam siklus mereka berada. Tetapi,hal menarik yang perlu diperhatikan adalah,saat ini tidak ada tempat yang benar-benar bisa bergerak dengan kecepatan yang seragam,” kata CEO Accenture Mark Foster kemarin.
Pernyataan Foster merujuk pada kesepakatan akusisi produsen cokelat Cadbury Plc oleh produsen makanan Kraft Food Inc beberapa waktu lalu.
 
Dia melihat kesepakatan tersebut sebagai cara salah satu pihak mengambil peluang di tengah penurunan ekonomi. ”Ada keyakinan kuat pada pertemuan Davos tahun ini bahwa masa-masa terburuk dari krisis telah berakhir meski dalam jangka panjang masih ada beberapa pertanyaan,” kata Kepala Ekonom HSBC Holding Plc Stephen King yang juga akan menjadi pembicara pada forum WEF. (yanto kusdiantono)
(Koran SI/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit