Getting time...

Suku Bunga The Fed Sokong Bursa Asia

Candra Setya Santoso - Okezone
Kamis, 28 Januari 2010 14:09 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
HONG KONG - Pasar saham di Asia berhasil mempertahankan penguatannya, setelah Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga di level super rendah guna perbaikan perekonomian dunia.

Seperti dilansir dari Associated Press, Kamis (28/1/2010), bursa Jepang dan Hong Kong terpantau memimpin penguatan saham dengan keuntungan hampir dua persen, setelah lebih dari sepekan kedua bursa tersebut mengalami pelemahan. Dolar menguat terhadap yen dan euro, sementara harga minyak naik tipis ke USD74 per barel.

Sejumlah investor khawatir atas upaya China untuk memperketat pinjaman bank serta kebijakan AS atas proposal  reformasi sektor perbankan dalam penjaminan dari Bank Sentral AS.

Setelah pertemuan dua hari yang dilaksanankan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian negara adi kuasa ini, dari situasi sebelumnya. Selain itu, Bank Sentral juga memperkirakan akan mempertahankan suku bunga sangat rendah untuk jangka waktu yang panjang.

Sementara itu, Presiden Barack Obama fokus terhadap pekerjaannya dalam merevisi segala bentuk kebijakan secara tahunan, disambut positif oleh para investor dikawasan Asia.

"Tingkat kecemasan investor telah berangsur-angsur berkurang, tapi tak seorang pun melihat keadaan tersebut akan berimbas atas saham dengan jumlah kapitalisasi besar. Jadi saya harap harus banyak berhati-hati," kata Louis Capital Markets Ben Collett, di Hong Kong.

Bursa di Jepang rata-rata menguat, saham Nikkei 225 menguat 195,04 poin atau setara 1,9 persen ke 10,447.12 dan Hong Kong's Hang Seng melonjak 363,33 poin atau 1,8 persen ke posisi 20,396.40. Selain itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,2 persen ke 1,644.69.

Sementara itu, pasar Shanghai bergerak naik 0,4 persen, pasar di Australia juga menguat 0,6 persen dan bursa di India bergerak menguat 1,4 persen lebih tinggi.

Sentimen itu juga meningkatkan keuntungan overnight di Wall Street. Sedangkan, harga minyak naik di kawasan Asia, dengan patokan minyak jenis crude untuk pengiriman Maret naik 25 sen dolar Amerika menjadi USD73,92 per barel. Sementara, dolar naik menjadi 90,30 yen dari 89,94 yen dan Euro lebih rendah pada level USD1,4016 dari sebelumnya USD1,4019.
(css)
TWITTER »
twit