o1 o2

Economy - Fiskal & Moneter


Target Sukuk Ritel Akan Terlampaui

Jum'at, 29 Januari 2010 - 07:16 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Koran SI

JAKARTA - Pemerintah optimistis nilai pemesanan sukuk negara ritel seri 002 (SR-002) akan melampaui target. Namun, pemerintah belum berencana menambah nilai penerbitan.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, nilai pemesanan sukuk ritel seri 002 selama tiga hari sudah mendekati target indikatif sebesar Rp3 triliun. "Total pemesanan SR-002 per 27 Januari pukul 19.00 WIB mencapai Rp2,056 triliun,” kata dia kemarin. Nilai pemesanan tersebut berasal dari 3.981 investor yang sebagian besar berasal dari kota-kota di Jawa seperti Jakarta dan Bandung.

Rahmat menuturkan, permintaan sukuk ritel cukup besar karena instrumen ini dipandang lebih menarik dibandingkan dengan instrumen lain di tengah kondisi pasar yang fluktuatif (volatile).Besarnya animo masyarakat terhadap SR-002 membuat sejumlah agen penjual meminta tambahan kuota. Namun, Rahmat mengaku pihaknya masih mempertimbangkan hal itu karena pemerintah memiliki banyak instrumen lain yang harus diterbitkan sepanjang tahun ini.

"Jadi, (untuk sementara) target maksimal indikatifnya masih Rp3 triliun,”ujar dia. Analis Trimegah Securities Ariawan sependapat bahwa SR- 002 diminati investor di tengah kondisi pasar saham yang volatile karena lebih menarik dibandingkan instrumen lain."Pajak atas kupon dan imbal hasil yang ditawarkan sukuk ritel seri 002 lebih menarik daripada instrumen lain sehingga meski pasar sedang volatile, instrumen ini tetap diminati investor,” tutur dia.

Seperti diketahui,pajak atas kupon dari sukuk ritel ditetapkan sebesar 15 persen, lebih kecil dibandingkan pajak atas deposito yang mencapai 20 persen. Sementara imbal hasil SR-002 sebesar 8,7 persen, juga lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang rata-rata 6 persen. "Sukuk ritel juga dijamin pemerintah sehingga tidak memiliki risiko. Bandingkan dengan deposito yang masih memiliki risiko perbankan.

Selain itu, sukuk ritel seri terbaru ini tidak dibatasi pembeliannya,” imbuh Ariawan. Terkait permintaan penambahan kuota dari para agen, Ariawan menilai, pemerintah bisa saja mengabulkannya. Sebab,hal ini dapat membantu pemerintah mencapai target penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp175,06 triliun.Menurut dia, penambahan jumlah instrumen ini tidak akan mengganggu penjualan surat utang lain. "Tidak masalah karena sukuk ritel akan likuid,” tandasnya.

Analis Infovesta Utama Rudiyanto menuturkan, nilai pemesanan sukuk ritel yang hampir mendekati target Rp3 triliun ini membuktikan bahwa produk yang dikeluarkan pemerintah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. "Ini bukti, pemerintah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,”ujarnya. Namun, dia mengingatkan, pemerintah harus menyesuaikan dengan penyerapan anggaran yang tersedia jika ingin meningkatkan target penerbitan SR-002.

"Sebaiknya jangan terburu-buru (menambah) supaya pemerintah bisa kembali menerbitkan sukuk ritel dengan bunga yang jauh lebih menarik,” lontarnya. SR-002 yang diterbitkan pada Februari 2010 mendatang memiliki jangka waktu tiga tahun dengan minimal pemesanan sebesar Rp5 juta dan kelipatannya serta tidak ada batas maksimum pemesanan.

Masa penawaran sudah dilakukan sejak 25 Januari dan berakhir 5 Februari 2010 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2010. SR-002 dipasarkan oleh 18 agen penjual dari perbankan maupun perusahaan sekuritas.Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia,

Bank Syariah Madiri, Citibank N.A, Bank CIMB Niaga,The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation,Bank International Indonesia, Bank Permata,Bank OCBC NISP, Standard Chartered Bank. Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas,Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Bahana Securities, Ciptadana Securities, Sucorinvest Cantral Gani, Mega Capital Indonesia, dan Reliance Securities. (J Erna)
(//css)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4