Getting time...

Nilai Pemesanan SR-002 Capai Rp3,22 T

Sabtu, 30 Januari 2010 08:40 wib
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto. Foto: Koran SI
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto. Foto: Koran SI
JAKARTA - Nilai pemesanan sukuk negara ritel 002 (SR-002) hingga kemarin telah melampaui target pemerintah. Tercatat, nilai pemesanan SR-002 sebesar Rp3,22 triliun.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, target penjualan SR-002 telah melampaui target. Nilai itu diperoleh menyusul banyaknya minat investor terhadap instrumen tersebut, padahal masa penawaran masih tersisa lima hari lagi.

"Total pemesanan SR-002 per kemarin, 29 Januari sebesar Rp3,22 triliun," kata dia saat dihubungi kemarin.

Sementara itu, jumlah investor yang memesan instrumen negara tersebut mencapai 7.772 investor. Nilai pemesanan dan jumlah investor diperkirakan lebih besar lagi karena dua agen penjual belum melapor. Tingginya minat investor terhadap SR-002 karena pajak atas kupon dan imbal hasil yang ditawarkan lebih menarik dibanding instrumen lainnya.

Seperti diketahui, pajak atas kupon dari SR-002 ditetapkan sebesar 15 persen, lebih kecil dibandingkan pajak atas deposito yang mencapai 20 persen. Sementara imbal hasil SR-002 sebesar 8,7 persen, juga lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang rata-rata enam persen.

Instrumen ini juga dijamin pemerintah, sehingga tidak memiliki risiko seperti yang terjadi pada deposito karena masih memiliki risiko perbankan. Selain itu, sukuk ritel seri terbaru ini juga tidak dibatasi pembeliannya.

Terkait banyaknya minat masyarakat terhadap sukuk ini, sejumlah agen penjual SR-002 meminta penambahan jumlah penerbitan sukuk seri terbaru kepada pemerintah. Menurut dia, dari 18 agen penjual SR-002, setengahnya telah mengajukan penambahan pemesanan kepadanya. Namun, dia meolak menyebut nama-nama agen penjual yang dimaksud.

Dia menuturkan, dari beberapa agen yang mengajukan upsize hanya sebagian saja yang dikabulkan. "Upsize secara selektif dan sebagian saja yang di-upsize. Prinsipnya first in first served (FIFO), dan yang dinilai mampu untuk memenuhi targetnya," tutur dia.

Jadi, bagi agen penjual yang cepat memenuhi targetnya dan memiliki track record yang baik dalam mencapai target akan dipenuhi permintaannya untuk penambahan pemesanan SR-002. Penambahan pemesanan awal, dia mengaku sekira Rp1 triliun.

"Namun, kita akan tetap membatasi karena, SR-002 kan tenornya tiga tahun. Kita juga memberikan kesempatan pada istrumen lain," ujar dia. (J Erna/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit