Foto: AP
NEW YORK - Bursa Wall Street kembali melemah, seusai dua perusahaan teknologi menyatakan penurunan proyeksi kinerja selama 2009. Proyeksi negatif dari perusahaan teknologi Qualcomm Inc menyeret indeks Nasdaq menjadi merah, begitu pula Motorola Inc dan Apple Inc, juga semakin membebani Nasdaq.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/1/2010) sentimen tersebut membawa indeks Dow Jones turun 115,7 poin atau setara 1,1 persen menjadi 10.120,46. Sedangkan indeks S&P 500 turun 12,97 poin atau setara 1,2 persen) menjadi 1.084,53, dan indeks Nasdaq turun 42,41 poin atau setara 1,9 persen ke posisi 2.179.
Sementara itu, dua perusahaan sektor teknologi lainnya, yakni Amazon.com Inc dan Microsoft Corp membukukan kenaikan pendapatan. Pelemahan yang terjadi di bursa Amerika Serikat pada perdagangan kemarin juga disebabkan pernyataan bahwa tidak perlu ada kekawatiran lagi atas sistem perbankan Inggris karena memiliki risiko rendah.
"Sejumlah investor terus mencari berita yang menggelegar dalam headline media. Pekan lalu salah satu pemicunya reformasi sektor perbankan AS serta China," ujar Analis dari Meridian Equity Partners Jonathan Corpina.
Pernyataan tersebut justru menambah kekawatiran akan peningkatan jumlah utang pada negara-negara seperti Yunani dan akan memicu penguatan dolar AS. Hal ini juga akan menekan harga komoditas dan berdampak pada saham sektor material. Suasana politik AS yang cukup memanas beberapa hari terakhir juga menambah sentimen negatif di lantai perdagangan saham.
Rencana Presiden Barack Obama untuk memperketat kebijakan sektor perbankan sekaligus memperketat perdagangan spekulatif bagi institusi keuangan raksasa masih membayangi perdagangan Kamis.
(css)