JAKARTA - Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, membuat indeks kembali pada tren naiknya, dan diproyeksikan indeks akan mengalami kenaikan diakhir pekan ini, Jumat (29/1/2010).
"Stochastic yang berada di area oversold dan berhasil rebound-nya saham unggulan yang berada di support membuat IHSG kembali dalam tren naiknya," kata Trimegah Securities dalam analisa hariannya kepada okezone di Jakarta, Jumat, (29/1/2010).
Dijelaskannya, hal ini adalah karena sentimen regional yang mulai membaik. Yakni akibat The Fed yang tidak merubah tingkat suku bunga acuannya (Fed Rate). "Hal ini didukung oleh membaiknya sentimen regional," imbuhnya. Karena itu, dia menuturkan jika indeks akan berada pada kisaran support resistance di posisi 2.605-2.650.
Padahal sebelumnya, indeks mengalaami tekanan akibat pernyataan Presiden AS Barrack Obama yang mensignalkan perbankan agar tidak memberikan dana ke hedge fund serta langkah China membatasi perbanakannya dalam menyalurkan kredit.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (28/1/2010) IHSG naik tajam 55,011 poin atau setara 2,15 persen menjadi 2.619,565. Sektor pertambangan kembali memimpin penguatan sebesar 52,43 poin. Begitu juga seluruh sektor yang menguat, seperti sektor perbankan naik 5,47 poin, sektor perkebunan menguat 13,39 poin, dan sektor konsumer turun menanjak 11,15 poin.
Nilai transaksi sebanyak Rp3,756 triliun dengan volume sebanyak 4,697 miliar lembar saham, dan total transaksi sebanyak 88.183. Sebanyak 161 saham mengalami kenaikan, 43 saham melemah, dan 58 saham terpantau stagnan.
Sementara, bursa regional cemderung bergerak menguat, antara lain indeks Nikkei 255 menguat 162,21 poin atau setara 1,58 persen ke posisi 10.414,29, indeks Shanghai Composite di China naik 7,536 poin ke posisi 2.994,143, dan indeks Hang Seng melonjak 323,30 poin ke posisi 20.356,37. Begitu pula, indeks Seoul Composite naik 16,95 poin ke level 1.642,43.
(Candra Setya Santoso)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.