Foto : Corbis
JAKARTA – Proyek pembangunan pembangkit 10.000 megawatt (MW) tahap II segera dimulai demi mempercepat ketersediaan pasokan listrik.
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 2/2010 yang memuat daftar proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan, batu bara, dan gas serta transmisi terkait.
“Dengan terbitnya peraturan ini,PLN bisa langsung tender,”ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin. Dalam peraturan menteri itu disebutkan komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga 2014 dari total kapasitas 10.153 MW.
Komposisi energi primer yang dimaksudkan adalah panas bumi (geothermal) sebesar 39 persen,air 12 persen, batu bara 33 persen, dan gas 16 persen. Dari total kapasitas 10.153 MW, sekitar 5.118 MW (50 persen) dilaksanakan oleh PLN dan sisanya 5.035 MW (50 persen) melalui kerja sama PT PLN dengan pembangkit listrik swasta melalui skema jual beli tenaga listrik. PLN akan mengerjakan 21 proyek pembangkit listrik. Adapun swasta akan mengembangkan 72 proyek. Menurut Purwono, lebih besarnya jumlah proyek swasta dari PLN karena kapasitas per pembangkit lebih kecil. Pemerintah memperkirakan total investasi untuk pembangkit dan transmisi proyek 10.000 MW tahap II mencapai USD16,343 miliar.
Dari total investasi tersebut, kebutuhan investasi pembangkit untuk PLN dan swasta sebesar USD15,960 miliar dan kebutuhan investasi untuk transmisi terkait sekitar USD383 juta. Pendanaan tersebut akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta anggaran internal PT PLN dan sumber dana lainnya seperti Japan International Cooperation Agency (JICA), China Loan, dan Asian Development Bank (ADB).
Sementara itu,Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menuturkan, jajarannya akan berupaya agar tidak terjadi byar-pet listrik pada 2010.
Pemerintah akan meminta PLN membeli listrik dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kelebihan pasokan (excess power) demi mengatasi masalah pemadaman bergilir (byar-pet) tahun ini. PLN juga akan diperkuat keuangannya melalui peningkatan margin usaha. Darwin menuturkan, pembelian excess power dan penguatan kinerja keuangan PLN merupakan langkah jangka pendek yang akan ditempuh pemerintah.
“Sedangkan upaya jangka menengah insya Allah dengan menyelesaikan beberapa proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap I. Misalnya kalau kemarin selesai di Labuan Unit 1, Unit 2 selesai Maret, kemudian disusul Rembang, Indramayu,”papar Darwin. (maya sofia/sandra karina/koran SI)(adn)
(//rhs)