Getting time...

Penyelamatan Sektor Keuangan AS Dinilai Gagal

Candra Setya Santoso - Okezone
Minggu, 31 Januari 2010 16:17 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
WASHINGTON - Upaya pemerintah Amerika Serikat (AS) guna menyelamatkan sistem keuangan dinilai gagal. Dana segar yang disediakan sebesar USD700 miliar untuk memenuhi tujuan penting, seperti pinjaman dan pengekangan di sektor keuangan, memicu aktivitas berisiko oleh sejumlah perbankan, ungkap auditor khusus AS.

Seperti dikutip dari AFP, Minggu (31/1/2010), Inspektur Jenderal khusus untuk Troubled Asset Relief Program (TARP) mengatakan dalam sebuah laporan kepada Kongres, penilaian itu dianggap terlalu dini untuk mengukur keberhasilan keseluruhan program di sektor keuangan, setelah puncak krisis keuangan pada Oktober 2008 berlalu.

"Terdapat tanda-tanda yang jelas terhadap aspek sistem keuangan yang jauh lebih stabil daripada puncak krisis pada musim gugur 2008," ungkapnya.

Namun laporan juga menyatakan bahwa terdapat banyak tujuan yang dinyatakan TARP belum terpenuhi dan potensi krisis baru akan terjadi lagi.

"Penyelamatan sistem keuangan kita (AS) diprediksi akan kembali pada 2008 lalu. Tidak ada reformasi yang berarti, kita memang seolah masih berkendara di jalan gunung berkelok dan ditempat yang sama, tapi kali ini di mobil yang lebih cepat," kata laporan itu mengibaratkan.

"Secara tidak langsung, dampaknya sudah mulai terasa di wilayah-wilayah khususnya perbankan, seperti meningkatkan kredit, pengekangan penyitaan rumah dan menghalangi perilaku berisiko yang dianggap terlalu besar bagi perusahaan keuangan," kata laporan dari inspektur Jenderal Neil Barofsky.

"Meskipun begitu, tujuan eksplisit untuk meningkatkan pembiayaan bisnis di AS dan konsumen terus menurun," tambahnya.
(rhs)
TWITTER »
twit