Foto: Koran SI
MENGAPA penawaran sangat penting? Banyak orang yang terlena hanya untuk beriklan, membuat berbagai acara untuk terlihat menarik di berbagai media yang ada atau melakukan berbagai aktivitas lain, supaya produknya dikenal banyak orang.
Namun, ternyata banyak dari mereka yang lupa untuk memberikan suatu bentuk penawaran. Karena jika tidak ada penawaran, maka produk yang kita jual juga tidak akan dibeli orang. Boleh saja kita mengadakan berbagai kegiatan, iklan dan aktivitas lainnya tersebut,namun harus diingat bahwa perlu dibuat suatu bentuk penawaran yang menarik, agar orang tidak hanya mengenal produk kita namun juga membeli produk/jasa kita.
Pada akhirnya yaitu pembelian, karena penawaran yang kita berikan sangat menarik, maka bisa menjadi seseorang akan melakukan pembelian secara rutin bahkan mau dengan senang hati mereferensikan produk atau jasa kita. Sudahkah hingga kini, anda membuat suatu bentuk penawaran yang sangat menarik? Untuk konsumen atau calon konsumen anda sehingga mereka mau melakukan real action untuk membeli produk anda?
Seperti yang pernah saya uraikan, bahwa salah satu hal paling penting dalam bisnis adalah: Bukan business card semata. Bukan kantor yang besar semata, karena kita bisa memulai bisnis bahkan dari garasi kita (seperti yang telah saya lakukan sendiri pada awal saya mempunyai sebuah kantor). Untuk itu, ternyata setelah saya kelola dengan profesional, meskipun bermula dari sebuah garasi, kini bisnis saya bisa berkembang sangat pesat hingga kini.
Bukan Mr Hi Tech semata.Karena sehebat apapun teknologi yang anda punyai dalam perusahaan Anda, tidak akan berarti jika kita tidak mampu memasarkan kelebihan produk/ perusahaan kita. Bahkan bukan produk atau jasa Anda Hal yang paling penting dalam suatu bisnis adalah penawaran.Karena pada hakikatnya bisnis tidak akan ada sebelum adanya penawaran terjadi.
Oleh karena itu, sebenarnya meskipun Anda tidak mempunyai produk atau jasa Anda sendiri,Anda pun sebenarnya bisa menawarkan produk atau jasa orang lain. Seperti misalnya pada saat terjadi stagnasi/kemandekan dalam penjualan apartemen secara nasional,maka saya menawarkan untuk membantu penjualan suatu perusahaan penyedia apartemen agar bisa meningkat pesat.
Kemudian pemilik apartemen menanyakan kepada saya, "Pak Tung bisa menjualkan berapa banyak apartemen saya?" kemudian saya menjawab,"Bukan berapa banyaknya, Pak, tapi berapa cepat saya bisa menjual apartemen Anda". Dengan demikian, akhirnya saya menyanggupi untuk penjualan 152 unit apartemen hanya dalam satu hari (secara spontan pemilik apartemen tersebut sangat kaget mendengar jawaban saya).
Untuk itu, saya memberikan penawaran, jika saya memang bisa membantu untuk menjual 152 apartemen dalam satu hari, saya berhak untuk mendapat saru apartemen gratis, namun jika tidak mencapai target (misalnya hanya 72 apartemen) maka saya akan membayar 50% dari satu apartemen yang akan saya beli.Dan akhirnya pun dengan berbagai strategi marketing yang saya lakukan,target tersebut dapat tercapai tepat waktu. Contoh lainnya,jika hanya beriklan saja tanpa menawarkan, maka hasil pemasarannya pun juga tidak optimal.
Hal itu bisa terlihat antara lain di dalam iklan maskapai penerbangan, di satu sisi ada perusahaan yang mengalami kebangkrutan meskipun sudah beriklan, dan salah satu alasannya karena avturnya naik. Namun, di sisi lain kita bisa menjumpai ada beberapa maskapai penerbangan yang justru membeli beberapa pesawat baru dalam kondisi avtur naik sekalipun, antara lain karena mempunyai strategi iklan yang efektif, yang mengandung Irresistible Sensational Offer (ISO)-nya, yang membuat banyak konsumen berminat kepada maskapai penerbangan tersebut.
Tapi sayangnya banyak iklan dengan biaya besar tanpa disertai adanya ISO,dan tanpa adanya suatu penawaran yang kuat. Sering kali suatu perusahaan harus mengeluarkan biaya besar dan hasilnya sia-sia belaka.Oleh karena itu saran saya,mulai hari ini juga Anda bisa lebih memfokuskan strategi penawaran Anda agar jauh lebih optimal dan dahsyat sehingga target pemasaran Anda pun bisa teraih.
TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People
and Ideas in Business 2005 (//css)