Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu. Foto: Okezone.com
JAKARTA - Hasil early warning system milik Badan Kebijakan Fiskal (BKF) yang dilaporkan ke Komisi XI DPR menunjukan kondisi makroperkonomian Indonesia pada Oktober-November 2008 tengah mengalami keadaan yang mengkhawatirkan.
Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, tingginya harga emas, hingga meningkatnya harga minyak dunia. Kondisi early warning system tersebut terdapat seluruh kondisi ekonomi nasional.
Yaitu jika salah satu sektor menunjukan kenaikan melebihi batasan yang ada, maka sistem tersebut akan memberikan peringatan tanda merah pada sektor terkait.
"Agustus sampai November 2008 sudah sistemik. Waktu itu harga emas, IHSG, harga minyak dan cadangan devisa berwarna merah," ujar Kepala BKF Anggito Abimanyu saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Dari hasil early warning system tersebut, dia menyatakan, hal tersebut menjadi salah satu alasan sektor perbankan mendapatkan bantuan dana, termasuk dana talangan yang diberikan kepada Bank Century saat itu.
"Bank-bank dikucuri dana, termasuk dana bailout itu waktu itu," tandasnya.
(ade)