Getting time...

Pemerintah Tutup Penambahan Sukuk Ritel 002

Selasa, 2 Februari 2010 07:07 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Pemerintah akan menutup permintaan penambahan pemesanan sukuk ritel 002 (SR-002) pada hari ini menyusul membludaknya pemesanan instrumen negara itu.
 
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, meski penawaran SR-002 baru berakhir 5 Februari mendatang, namun pihaknya akan menutup permintaan penambahan pemesanan yang diajukan oleh para agen hari ini.
 
"Pemesanan SR-002 membludak. Karena itu, kami akan menutup permintaan upsize hari ini pada 2 Februari 2010, pukul 16.00 WIB," kata dia di Jakarta, kemarin.
 
Berdasarkan data sore kemarin, nilai pemesanan SR-002 membengkak dari target awal Rp3 triliun menjadi Rp4,39 triliun. Namun, nilai itu diperkirakan lebih besar lagi mengingat satu agen penjual belum melapor. "Sampai sore ini (kemarin), yang sudah lapor 17 dari 18 agen penjual," imbuhnya.
 
Sebelumnya, dia menjelaskan, dari 18 agen penjual SR-002, sembilan diantarnya telah mengajukan penambahan pemesanan kepadanya.
 
Kendati demikian, dia menolak menyebut nama-nama agen penjual yang dimaksud. Namun, dia mengaskan, dari beberapa agen yang mengajukan upsize hanya sebagian saja yang dikabulkan.
 
Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin (BSB) Riyanto menyatakan, pihaknya selaku sub agen penjualan SR-002 tidak akan meminta penmabahan pemesanan instrumen itu kepada pemerintah. Pasalnya, target BSB senilai Rp60 miliar hingga kemarin belum tercapai. "Antusiasnya lumayan tapi nilai pemesanan masih di bawah target kami," ujar dia.
 
Tingginya minat investor terhadap SR-002 karena pajak atas kupon dan imbal hasil yang ditawarkan lebih menarik dibanding instrumen lainnya.
 
Seperti diketahui, pajak atas kupon dari SR-002 ditetapkan sebesar 15 persen, lebih kecil dibandingkan pajak atas deposito yang mencapai 20 persen. Sementara imbal hasil SR-002 sebesar 8,7 persen, juga lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang rata-rata enam persen.
 
Instrumen ini juga dijamin pemerintah, sehingga tidak memiliki risiko seperti yang terjadi pada deposito karena masih memiliki risiko perbankan. Selain itu, sukuk ritel seri terbaru ini juga tidak dibatasi pembeliannya.
 
Sekadar mengingatkan, masa penawaran SR-002 sudah dilakukan sejak 25 Januari dan berakhir 5 Februari 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 11 Februari 2010.
 
SR-002 dipasarkan oleh 18 agen penjual dari perbankan maupun perusahaan sekuritas. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Citibank N.A, Bank CIMB Niaga, The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation, Bank International Indonesia, Bank Permata, Bank OCBC NISP, Standard Chartered Bank.
 
Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas, Andalan Artha Advisindo Sekuritas, Bahana Securities, Ciptadana Securities, Sucorinvest Central Gani, Mega Capital Indonesia, dan Reliance Securities.
(J Erna/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit