Getting time...

IPO PP Klaim Oversubscribed 1,7 Kali

Widi Agustian - Okezone
Senin, 1 Februari 2010 07:18 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan (PP) mengklaim mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saham sebanyak 1,7 kali dengan jumlah saham lebih dari Rp900 miliar. Hal tersebut dalam rangka initial public offering (IPO) yang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Director and Head of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman yang merupakan underwritter dalam IPO PP dalam keterangan tertulis kepada okezone di Jakarta, Minggu (31/1/2010).

"Kinerja positif yang ditunjukkan oleh PT PP selama ini mendapatkan apresiasi positif dari kalangan investor baik dalam maupun juga luar negeri," kata Iman.

Dilanjutkannya, apresiasi positif juga dapat terlihat pada antusiasme dan animo dari kalangan investor di Singapore dan Hongkong sewaktu kegiatan roadshow PP digelar di kedua negara tersebut.

Buktinya, dua perusahaan investasi terkemuka, yaitu Fidelity dan Pheim Asset Management, telah menyatakan minatnya untuk membeli saham PP. "Hal ini menjadi sebuah sinyalemen kuat mengenai kepercayaan kalangan investor luar negeri terhadap kinerja dan performance Perseroan kedepannya, dimana untuk kalangan investor luar negeri akan dialokasikan sekira 20 persen dari total emisi," papar Iman.

Selain mendapatkan respons yang positif dari investor luar negeri, saham PP juga diminati oleh kalangan investor dalam negeri. "Sebagai salah satu buktinya, PT Jamsostek sudah menyatakan konfirmasi minatnya untuk membeli saham IPO PT PP Tbk ini," ungkapnya.

Sekadar informasi, PP mematok harga penawaran saham IPO Rp560 per saham, PP akan meraih sekira Rp581 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 21,46 persen saham atau ekuivalen 1,039 miliar saham.

Dana yang akan diperoleh Perseroan akan digunakan untuk melakukan investasi di bidang-bidang yang menjanjikan seperti energi, konstruksi dan properti, dan juga untuk memperkuat modal kerja Perseroan, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan proyek yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan Perseroan.

PP sudah menerima pernyataan efektif dari Bapepam pada 29 Januari 2010. Perseroan mulai menggelar Masa Penawaran pada tanggal 1 Pebruari 2010 hingga 3 Pebruari 2010, dan dilanjutkan dengan  pencatatan perdana saham (listing) pada 9 Pebruari 2010. Dimana PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia sebagai lead underwriter.

PP selama ini menunjukkan kinerja yang mantap, berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 20-30 persen tiap tahunnya dalam tiga tahun terakhir. PP juga berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp6 triliun di 2009 dan perseroan juga mencatat carry over tahun 2010 sekira Rp4 triliun yang akan memperkuat pertumbuhan poerseroan di 2010.

PP secara konsisten terus mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Pendapatan perseroan pada 2007 tercatat Rp3,2 triliun, 2008 meningkat menjadi Rp3,9 triliun dan pada 2009 diperkirakan mencapai Rp4,2 triliun. Selain itu laba bersih Perseroan juga menunjukan pertumbuhan yang mengesankan.

Pada 2007 tercatat Rp92,98 miliar, sedangkan 2008 tercatat Rp121,61 miliar atau tumbuh 31 persen dan tahun 2009 diperkirakan menjadi sekira Rp163 miliar atau tumbuh 40 persen.

Mencermati jenis pekerjaan yang ditangani perseroan selama ini, proyek bangunan gedung menjadi kontributor pendapatan terbesar di 2008 yaitu sebanyak 73,72 persen dengan nilai sebesar Rp2,8 triliun menyusul pekerjaan jalan/jembatan sebanyak 10,44 persen dengan nilai sebesar Rp410,6 miliar.

Sedangkan kontribusi pengairan sebanyak 5,39 persen senilai Rp212,083 miliar, pekerjaan pelabuhan sebanyak 5,06 persen dengan nilai sebesar Rp199,01 miliar. Kinerja yang positif semakin mengukuhkan posisi PT PP (Persero) Tbk sebagai perusahaan konstruksi dengan pencapaian ROE (Return On Equity) yang relatif baik dibandingkan perusahaan konstruksi lainnya yaitu sebesar 28,6 persen di 2008.
(css)
TWITTER »
twit