Getting time...

Inflasi Naik, BI Rate Tetap Tak Berkutik

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 2 Februari 2010 09:05 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Walaupun inflasi tercatat lebih besar dari ekspektasi, yakni sebesar 0,84 persen (month on month/mom) dan 3,75 persen (year on year/yoy), namun diperkirakan tingkat acuan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) yang sebesar 6,5 persen tidak akan terpengaruh.
 
Hal tersebut diungkapkan Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, dalam acara Seminar Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) bertema 'Menguji Bailout Bank Century dari Perspektif Politik, Hukum, dan Ekonomi' di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/2/2010) malam.
 
"Inflasi tercatat 0,84 persen, tapi BI rate tidak akan terpengaruh. Memang itu lebih tinggi daripada konsensus, perkiraan Bank Mandiri sendiri sekira 0,5 persen dan year on year (yoy)-nya diperkirakan 3,5 persen, tapi keluarnya 3,75 persen," jelas Mirza.
 
Dijelaskannya, ada dua alasan utama kenapa BI rate diperkirakan tidak akan naik mengikuti kenaikan inflasi. Pertama, menurutnya angka inflasi tersebut masih dalam perhitungan BI. "Inflasi 3,75 persen masih dalam batas range BI hingga akhir tahun," paparnya.
 
Kedua, dia menjelaskan, jika penyebab tingginya inflasi tersebut berasal dari sisi penawaran. Yakni dari kenaikan harga pangan, yang mungkin saja terjadi akibat distibusi kurang lancar, dan sebagainya.
 
"Penyebabnya dari sisi penawaran bukan sisi permintaan. Untuk itu penyelesaiannya harus dari sisi suplai, misalnya meningkatkan distribusi pangan, bukan menaikkan suku bunga. Menaikkan suku bunga itu bisa dilakukan kalau terjadinya karena faktor permintaan (demand)," tegasnya.
 
Untuk itu, kata Mirza, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah membenahi distribusi pangan, yang juga dilakukan dengan meningkatkan infrastruktur. Menurutnya, BI rate harus tetap. Pasalnya, nanti akan naik juga karena akan banyak negara menaikkan suku bunga.
 
"Saat ini Fed Rate masih sama. Fed Rate sampai akhir tahun bisa tidak berubah. Australia sudah naikkan suku bunga, China sudah naikkan giro wajib minimum (GWM), India juga sudah naikkan GWM. Kita memang bukan dalam posisi untuk melonggarkan, tapi belum saatnya untuk menaikkan," jelasnya.
 
Walau demikian, dia menjelaskan, bila skenario terburuk untuk BI rate adalah mengalami kenaikan sebanyak 75 basis poin hingga akhir tahun menjadi 7,25 persen dari yang saat ini 6,5 persen.
(ade)
TWITTER »
twit