Ilustrasi. Foto: Corbis
CIPANAS - Perjanjian pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden AS Barack Obama, yakni Overseas Private Investment Corporation (OPIC) diakui sedang digodok.
Adapun perjanjian ini merupakan strategic partnership, di mana ke depannya kemungkinan akan ada dana untuk investasi yang digelontorkan untuk Indonesia.
"Saya belum bisa katakan sekarang tapi ada perjanjian yang sedang digodok, misalnya perjanjian OPIC yang sedang dirundingkan oleh Deplu dengan pemerintah AS dan memang ada action plan. Jadi kalau komprehensif partnership hanya konsep saja dan ada langkah-langkah konkret untuk maju ke depan," jelas Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, di Cipanas, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010).
Menurutnya, banyak pihak yang bergerak di dalam hubungan Indonesia dengan AS seperti US-ASEAN Bussiness Council dan juga United States-Indonesia Society (Usindo) yang bisa memberikan masukan terkait perjanjian tersebut.
"Mungkin dalam waktu beberapa minggu kita juga akan melakukan brain storming untuk mencari masukan dari stakeholder baik dari pemerintah maupun non-pemerintah dalam kunjungan Obama itu," tukasnya.
Pemerintah pun berharap dengan adanya perjanjian ini bisa tercapai suatu hubungan antara Indonesia dengan AS yang saling menguntungkan dan bisa membawa manfaat bagi kepentingan Indonesia, serta bisa menunjang stabilitas nasional dan penyelesaian isu global. (Iman Rosidi/Trijaya/ade)