Foto: Corbis
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia kembali menguat seiring dengan penguatan pada Wall Street yang menguat tembus 118 poin, pada penutupan perdagangan Senin (1/2/2010).
Pemicunya adalah sejumlah investor di pasar minyak merespons positif perbaikan perekonomian Amerika Serikat (AS) sehingga harga minyak kini kembali pulih dan mendekati level USD75 per barel pada perdagangan Senin (1/2).
Para analis menyatakan, ada beberapa sentimen yang memicu penguatan harga minyak yaitu penyerangan pada pipa penyalur di Nigeria, musim dingin yang berkepanjangan di wilayah Northeast, dan penguatan bursa saham AS.
Seperti dilansir dari AFP, Selasa (2/1/2010), harga acuan minyak untuk kontrak Maret naik USD1,54 ke USD74,43 per barel, pada New York Mercantile Exchange. Sedangkan, di London, harga Brent naik USD1,65 ke USD73,11 pada ICE Futures.
Harga minyak telah anjlok lebih dari 11 persen, sejak tanda-tanda permintaan dunia akan minyak melemah.
Sebelumnya, saham unggulan di Wall Street berhasil mencatatkan gain pada perdagangan awal pekan Senin (1/2/2010) waktu setempat, pemicunya adalah perkiraan data mengenai sektor manufaktur dan pendapatan dari perusahaan Exxon Mobil yang kembali membawa sentimen bullish, setelah pergerakan saham tercatat ke level terburuknya.
Saham Exxon melonjak 2,7 persen ke level USD66,18 setelah perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat (AS) melaporkan sejumlah produk gas alam yang mendorong eksplorasi di negara tersebut. Indeks S & P ikut menguat hingga tiga persen. (css)