Skandal Century Nggak Pengaruh ke Pasar Modal Lagi

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 2 Februari 2010 09:18 wib
Foto: Okezone.com
Foto: Okezone.com
JAKARTA - Skandal Bank Century yang sekarang ada di Pansus DPR sudah tidak memiliki dampak ke pasar modal. Berbeda dengan kondisi tiga bulan lalu di mana ancaman dari masalah Bank Century memang nyata adanya.
 
Hal tersebut diungkapkan Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, dalam acara Seminar Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) bertema 'Menguji Bailout Bank Century dari Perspektif Politik, Hukum, dan Ekonomi' di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/2/2010) malam.
 
"Ancaman pansus terhadap sistem keuangan tiga bulan lalu memang ada. Tetapi saat ini semua imajinasi tersebut sudah dijawab dengan data-data yang sahih. Pansus tidak akan membahayakan stabilitas sistem keuangan," jelasnya.
 
Dia menjelaskan, penurunan kinerja pasar saham yang terjadi beberapa waktu belakangan ini karena pernyataan Presiden AS Barack Obama yang melarang perbankan bertransaksi di pasar modal, dan melarang bank membiayai hedge bank, yakni pembatasan kegiatan spekulasi.
 
"Pasar keuangan tidak ada dampaknya, penjualan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) satu minggu terakhir karena regional turun. Di AS, indeks Dow Jones turun, faktornya adalah pernyataan Obama," paparnya.
 
Lebih jauh Mirza mengatakan, jika pasar melihat masalah Century sudah selesai. Dari hasil pemanggilan sanksi yang dilakukan Pansus, tidak terbukti dugaan adanya aliran dana seperti yang dulu diperkirakan. "Pasar dibandingkan tiga bulan yang lalu itu lebih kondusif," tambahnya.
 
Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang saat ini melemah di kisaran Rp9.300-Rp9.400 per USD merupakan hal wajar. Pasar pun sudah tidak memperdulikan isu pelengseran Sri Mulyani sebagai Menkeu dan Boediono sebagai Wapres.
 
"Kalau terjadi pergeseran Sri Mulyani dan Boediono memang akan berdampak negatif. Tapi pasar tenang-tenang saja, tidak memandang risiko itu sebagai risiko yang nyata," tukasnya.
(ade)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit