Foto: Koran SI.
JAKARTA - Selisih bunga kredit dan deposito atau Nett Interest Margin (NIM) hingga akhir Januari 2010 sudah turun hingga 6,23 persen menjadi 6,08 persen.
Dengan demikian, hal tersebut akan memberikan kesempatan sektor usaha untuk semakin bergerak, karena semakin memberi kesempatan permintaan kredit bertambah.
"Sekarang NIM sudah turun dari 6,23 persen menjadi 6,08 persen per akhir Januari. Ini memberi kesempatan sektor usaha bisa semakin bergerak," ujar Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, seusai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2010).
Menurutnya, penurunan NIM yang paling banyak terjadi di bank-bank swasta. Bank swasta umumnya sudah memberikan bunga kredit lebih rendah pada minggu-minggu lalu.
Namun, meskipun sudah turun, rata-rata NIM perbankan nasional ini masih tergolong tinggi dibanding negara tetangga.
"Mereka umumnya bisa berada dikisaran tiga hingga empat persen, sedang Indonesia dalam sejarah berada di kisaran lima hingga enam persen, Tapi saya tidak mengatakan idealnya NIM sebuah negara, itu hanya perbandingan," tambahnya.
Meskipun demikian BI belum akan menginisiasi kemungkinan menggelar kesepakatan bersama untuk menurunkan suku bunga kredit Meskipun tujuannya baik, yakni untuk lebih menggerakkan sektor riil, penurunan suku bunga ini masih melihat perkembangan waktu.
"Sementara belum, nanti masih lihat perjalanannya," tandasnya.(rhs)