Getting time...

Nilai Pemesanan SR-002 Capai Rp5,568 T

Rabu, 3 Februari 2010 09:11 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
JAKARTA - Nilai pemesanan sukuk negara ritel seri 002 (SR-002) hingga kemarin sore mencapai Rp5,568 triliun.
 
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, nilai pemesanan SR-002 tersebut naik hampir dua kali lipat dari target pemerintah sebesar Rp3 triliun.
 
"Hingga sore ini (kemarin), penjualan SR-002 mencapai Rp5,568 triliun," kata dia, di Jakarta, kemarin.
 
Nilai pemesanan itu diperkirakan lebih besar dari jumlah saat ini karena dari 18 agen penjual, salah satunya belum melapor. Selain itu, masa penawaran instrumen negara itu masih tersisa dua hari lagi.
 
Kepala Wealth Manajemen Bank Syariah Mandiri (BSM) Husneli mengatakan, SR-002 mendapat respons yang bagus dari para nasabahnya. "Bagus responsnya," kata dia ketika dihubungi kemarin.
 
Bahkan, hingga kemarin nilai pemesanan instrumen negara yang melalui BSM sudah mendekati 80 persen dari target. Target penjualan SR-002 oleh BSM tahun ini senilai Rp100 miliar. Target ini sama dengan target penjualan sukuk ritel sebelumnya, namun berhasil dijual lebih banyak Rp30 miliar atau mencapai Rp130 miliar.
 
Karena nilai tersebut belum mencapai target, pihaknya hingga penutupan penambahan kuota kemarin tidak mengajukan ke pemerintah. “Karena belum habis, jadi kami tidak boleh mengajukan upsize,” imbuh dia.
 
Kendati demikian, BSM optimistis target penjualan Rp100 miliar SR-002 akan tercapai. Pasalnya, BSM telah menawarkan produk tersebut kepada para nasabahnya di 60 cabang BSM di Tanah Air.
 
Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin (BSB) Riyanto menyatakan, pihaknya selaku sub agen penjualan SR-002 tidak akan meminta penambahan pemesanan instrumen itu kepada pemerintah. Pasalnya, target BSB senilai Rp60 miliar hingga kemarin belum tercapai. "Antusiasnya lumayan tapi nilai pemesanan masih di bawah target kami," ujar dia.
 
Karena jumlah pemesanan sukuk ritel seri terbaru tersebut di luar perkiraan. Dirjen Pengelolaan Utang menutup kuota penambahan SR-002 pada pukul 16.00 WIB, kemarin.
 
Tingginya minat investor terhadap SR-002 karena pajak ataskupon dan imbal hasil yang ditawarkan lebih menarik dibanding instrumen lainnya. Seperti diketahui, pajak atas kupon dari SR-002 ditetapkan sebesar 15 persen, lebih kecil dibandingkan pajak atas deposito yang mencapai 20 persen.
 
Sementara imbal hasil SR-002 sebesar 8,7 persen, juga lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang rata-rata enam persen. Instrumen ini juga dijamin pemerintah, sehingga tidak memiliki risiko seperti yang terjadi pada deposito karena masih memiliki risiko perbankan. Selain itu, sukuk ritel seri terbaru ini juga tidak dibatasi pembeliannya.
 
Sekadar mengingatkan, masa penawaran SR-002 sudah dilakukan sejak 25 Januari dan berakhir 5 Februari 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) aka dilakukan pada 11 Februari 2010.
(J Erna/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit