Foto: Reuters
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berjanji mengurangi rekor defisit anggaran pada akhir periode pemerintahannya dan mengatasi pengangguran di masa pemulihan setelah krisis.
Target Obama tersebut disampaikan berbarengan dengan diajukannya proposal anggaran tahun fiskal 2011 senilai USD3,83 triliun pada Senin (1/2/2010) waktu setempat.Pada proposalnya, Obama juga berencana menambah belanja senilai USD100 miliar guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pajak bagi orang kaya di AS.
Proposal yang diajukan Obama juga menyebutkan bahwa rekor defisit anggaran tahun fiskal 2010 bisa mencapai USD1,6 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding defisit tahun lalu yang hanya USD1,4 triliun. "Defisit anggaran ini merefleksikan tantangan serius yang dihadapi negara ini,” kata Obama.
Dia menambahkan, saat berada dalam krisis ekonomi,AS telah kehilangan tujuh juta orang dalam waktu dua tahun.Kondisi tersebut membuat pemerintahannya jatuh ke jeratan utang sangat dalam dan menunjukkan bahwa ada yang tidak pantas selama satu dekade terakhir. Resesi ekonomi di AS sejak 2008 telah menyebabkan tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam mencapai rekor tertinggi di level 10 persen pada akhir 2009.Tahun ini pemerintah memperkirakan pengangguran turun menjadi 9,2 persen dan 8,2 persen pada 2012.
Sementara pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tumbuh 2,7 persen pada tahun ini dan 3,8 persen pada 2011. "Anggaran tahun fiskal 2011 fokus pada tiga hal yakni menciptakan lapangan pekerjaan, keamanan di level menengah, dan menempatkan keberlangsungan fiskal,” kata Direktur Anggaran Gedung Putih Peter Orszag. Orszag menyatakan bahwa Pemerintah AS telah berusaha membuat keseimbangan antara pemulihan dan membuat start yang baik.
Namun, rencana dan sejumlah program yang diajukan Obama dalam proposal anggaran tahunannya itu masih harus berhadapan dengan Kongres. Dalam proposalnya, Biro Anggaran Gedung Putih menyampaikan kepada Kongres bahwa terdapat sejumlah pengurangan belanja di sektor nonmiliter dan belanja-belanja domestik yang dianggap tidak penting.
Rencana pengeluaran triliunan dolar AS itu diluncurkan di tengah tekanan intens untuk menurunkan rekor defisit pengeluaran. Para analis menyatakan kebijakan tersebut bisa mengakibatkan kerusakan jangka panjang terhadap standar kehidupan AS dan kepercayaan investor asing terhadap obligasi pemerintah.
Dalam upaya membantu mengendalikan defisit, para pejabat Gedung Putih menyatakan, Obama akan melakukan pembekuan pengeluaran pemerintah tiga tahun yang tidak terkait program keamanan atau sosial. Ini diperkirakan bisa menghemat USD250 miliar selama 10 tahun. Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, jika pemerintah tidak bisa mengurangi pengeluaran yang telah ditentukan, harapan untuk pemotongananggaranlebihlanjutsedikit.
Mengomentari proposal yang diajukan Obama, Pimpinan Senat Minoritas dari Partai Republik Mitch McConnell menyatakan bahwa ukuran belanja pemerintah sebagai pencitraan Obama sebagai "kebebasan belanja besar”. "Saat ini jelas bahwa anggaran bukan hanya belanja,lebih banyak pajak dan lebih banyak utang,” kata McConnell. "Ini bukan apa yang dibutuhkan negara.
Dan ini bukan jalan untuk menumbuhkan pekerjaan yang bagus,”katanya. Pernyataan McConnell merujuk pada poin anggaran yang diajukan berisi lebih dari USD300 miliar untuk pemangkasan pajak individu dan bisnis dalam 10 tahun ke depan dan mengakhiri 120 program lain untuk menghemat pengeluaran USD20 miliar.
Sedangkan Senator Judd Gregg, Pimpinan Komite Anggaran Senat dari Partai Republik memperingatkan bahwa AS kini sudah jatuh ke jurang utang.Dia bahkan menyebut rencana Obama menciptakan lapangan kerja telah gagal. "Dalam kondisi seperti ini saya kira sangat berani,mengubah anggaran kemudian memasukkannya ke dalam rencana menahan pengeluaran, mengurangi utang, dan mengatasinya. Presiden membuat ini dan mengirimkan kami kepada hal yang sama,” kata Gregg. (Yanto Kusdiantono)
(//css)