Ilustrasi. Foto: Corbis
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan perdagangan pada Rabu (3/2/2010) waktu setempat. Hal ini dipicu oleh outlook yang mengecewakan dari emiten Pfizer yang bergerak di bidang sektor kesehatan.
Ini terjadi setelah sebelumnya Presiden AS Barack Obama menyatakan akan memperketat regulasi untuk sektor kesehatan tersebut.
Obama mempertegas komitmennya untuk merombak sistem kesehatan dan menerapkan peraturan ketat reformasi di Wall Street. Juga dengan menekankan risiko politik yang telah mendorong saham-saham AS yang lebih rendah dalam beberapa pekan terakhir.
"Faktor-kaktor politik terlihat jelas menjadi 'awan mendung' di atas pasar, dan ini nampaknya akan memberikan pengaruh negatif sampai akhirnya ada kejelasan mengenai reformasi ini," kata Senior Equity Market Strategist dari Wells Fargo, Scott Marcouiller seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/2/2010).
Pfizer Inc tercatat jatuh sebanyak 2,3 persen dan ditutup pada harga USD18,62 per lembar saham. Menjadi pemimpin kejatuhan sektor kesehatan, di mana perusahaan obat terbesar di AS tersebut mencatatkan keuntungan di bawah ekspektasi.
Hal ini pun akhirnya membuat indeks Dow Jones melemah 26,3 poin atau 0,26 persen ke posisi 10.270,55. Indeks Standard & Poors jatuh 6,04 poin atau 0,55 persen ke 1.097,28. Akan tetapi, sebaliknya Indeks Nasdaq justeru naik 0,85 poin atau 0,04 persen ke 2.190,91.
Rencana pemerintah untuk memperketat memicu kekhawatiran keuntungan perusahaan akan berkerut, di mana indeks S&P turun hampir sebanyak tujuh persen hingga minggu kedua Januari. Akan tetapi, pasar mengalami rally selama dua hari belakangan ini.
Nasdaq ditutup flat, tapi mengungguli indeks lainnya. Hal ini berkat sokongan perusahaan teklnologi utama Apple Inc yang naik 1,7 persen dan Google yang naik 1,8 persen.
(ade)