o1 o2

Economy - ekonomi global


AS Siap Gandakan Ekspor ke Asia

Jum'at, 5 Februari 2010 - 10:17 wib
text TEXT SIZE :  
Ilustrasi : Corbis.com

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengumumkan rencana untuk melipatgandakan ekspor negaranya dalam lima tahun ke depan, terutama ke pasar yang sedang tumbuh di kawasan Asia.

Strategi Obama dalam peningkatan perdagangan itu dimaksudkan untuk memompa pertumbuhan ekspor dan mendukung penciptaan dua juta lapangan kerja di Negeri Paman Sam yang saat ini tingkat penganggurannya masih double digit. Kondisi tersebut dinilai bisa menjadi ancaman di saat pemulihan ekonomi.

“Jika kami hanya menambah ekspor kami ke Asia berdasarkan poin persentase atau fraksi, itu berarti hanya berdampak pada ratusan atau ribuan. Namun untuk menciptakan jutaan pekerjaan akan mudah jika melipatgandakan perdagangan,” kata Obama saat berbicara di depan senator dari Demokrat Rabu kemarin.

Dia menambahkan, alasan menggenjot ekspor yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan itu secara detil akan disampaikan Menteri Perdagangan Garry Locke. Obama meyakinkan peningkatan ekspor ke Asia akan menolong pelaku usaha kecil dan petani di negaranya namun tetap dengan mengontrol konsistensi keamanan nasional.

Gedung Putih menyatakan, di antara negara Asia yang akan menjadi pasar ekspor terbesar AS adalah China dan India. Negara lain yang dibidik AS untuk meningkatkan perdagangan adalah Panama, Kolombia, dan Korea Selatan yang sebelumnya sempat tertunda selama setahun.

Khusus untuk China, Obama berjanji lebih mempererat hubungan dagang meski di tengah meningkatnya friksi antara hubungan dengan Taiwan dan Tibet. Obama juga meminta Beijing memperkuat nilai tukar yuan sebagai respons upaya penguatan ekonomi di tengah ketidakpastian.

“Kita akan mendukung kesepakatan perdagangan dengan China dan mendesak negara berkembang lain membuka pasar bagi barang AS.Tantangannya adalah isu nilai tukar dan bagaimana mereka (China) meningkatkannya untuk menjamin barang-barang kami tidak terkena inflasi artifisial dan harga barang mereka sengaja menyebabkan deflasi,” kata Obama.

Namun, rencana kerja sama perdagangan dengan Negeri Panda mendapat sanggahan dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Ma Zhaoxu yang menyatakan bahwa rencana peningkatan perdagangan AS-China sebagai sesuatu yang “salah alamat dan menekan”. “Tekanan itu tidak akan menolong memecahkan masalah,” kata dia.

Pernyataan Ma merujuk meningkatnya ketegangan antara AS-China setelah Obama menyatakan dukungan kepada Tibet dan protes AS kepada China yang menjalin hubungan militer dengan Taiwan.

Ekspor AS

Secara keseluruhan total ekspor AS pada 11 bulan pertama tahun lalu mencapai USD1,41 triliun, turun dibanding 2008 yang mencapai USD1,82 triliun. Menurut data Perwakilan Perdagangan AS, khusus untuk kawasan Asia Pasifik, ekspor AS naik lebih dari delapa persen atau sekira USD747 miliar dibanding 2008. Jumlah tersebut disokong kenaikan ekspor sektor pertanian sebesar 30 persen atau setara dengan USD76 miliar dibanding 2008.  
Sedangkan sektor jasa tumbuh menjadi USD187 miliar.Pemerintahan Obama meyakini, pasar ekspor global pascaresesi akan pulih lebih cepat dibanding AS. “Ini semuanya tentang tenaga kerja. Dan jika ini berjalan dengan baik, Presiden Obama dan saya percaya bahwa langkah agresif yang cerdas di bidang perdagangan bisa menjadi bagian penting bagi program pemulihan ekonomi secara keseluruhan,” kata Perwakilan Perdagangan AS Ron Kirk.
 
Deputi Perwakilan Perdagangan AS Demetrios Marantis menambahkan, warga Amerika yang bekerja di sektor produksi terkait ekspor saat ini menyumbang 18% lebih dari total tenaga kerja. (yanto kusdiantono)
(Koran SI/Koran SI/rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4