Ilustrasi. Foto: Corbis
NEW YORK - Bursa saham Wall Street akhirnya sedikit demi sedikit mulai menguat pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, setelah sebelumnya sempat ngedrop hingga 200 poin.
Naik tipis dan keadaan yang berbalik arah bagi saham-saham di Wall Street ini tak ayal memang disokong adanya sentimen pasar mengenai data tenaga kerja yang semakin memburuk, serta kegelisahan atas masalah fiskal di Eropa.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (6/2/2010), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 10,05 poin atau setara 0,10 persen menjadi 10.012,23. Sementara untuk Standard & Poor's 500 Index naik 3,08 poin atau 0,29 persen ke posisi 1.066,19. Sedangkan Nasdaq Composite Index naik 15,69 poin atau 0,74 persen ke level 2.141,12.
Di sisi lain, indeks-indeks utama yang berbalik positif ini dikarenakan investor meraup saham dari sektor teknologi dan material. "Ini pencarian tawaran pasar yang oversold. Setidaknya dalam jangka pendek, penjualan telah berlebihan," kata analis pasar di Birinyi Associates di Stamford, Connecticut, Cleveland Rueckert.
Sebelumnya, indeks utama jatuh lebih dari satu persen di awal Januari, di mana hal ini ditafsirkan dengan adanya tanda pemulihan pasar tenaga kerja yang lamban. Serta kekhawatiran tentang zona euro mengenai kedaulatan masalah utang yang tetap bertahan.
Selain itu, pengusaha-pengusaha di Amerika Serikat (AS) secara tak terduga memangkas 20 ribu pekerjaan pada Januari, namun tingkat pengangguran turun menjadi lima bulan rendah menjadi 9,7 persen.
(ade)