Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Realisasi penjualan hasil Sukuk Ritel (SR-002) sebesar Rp8,033 triliun ternyata diminati oleh 17.231 investor dengan rata-rata pembelian per investor sebesar Rp466,24 juta.
"Paling banyak pesannya Rp100 juta. Terima kasih kepada rakyat Indonesia," kata Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, saat konferensi pers di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Seperti diketahui, SR002 ini mempunyai akad ijarah sale and lease back dengan nominal per unit Rp1 juta, di mana harga per unit at par 100 persen. Selain itu, satuan pembelian Rp5 juta dan kelipatannya tidak ada batas maksimum pembelian imbalan.
Kemudian, fixed coupon ditetapkan sebesar 8,70 persen per tahun yang dibayar secara bulanan. Mempunyai tenor tiga tahun, dengan tanggal penerbitan 10 Februari 2010 dan tanggal jatuh tempo 10 Februari 2013.
"Nominal pelunasan at par 100 persen, bullet payment (pasti kembali) tradability tradable target investor, individu WNI pajak sebesar 15 persen, serta kalau deposito 20 persen. Sukuk ini hanya untuk WNI, paspor enggak berlaku di sini untuk orang asing," jelasnya.
Rahmat menambahkan bila sukuk ritel ini bertujuan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan APBN, memperluas basis investor SBN di pasar domestik, memberi peluang investor individu melakukan investasi.
Di samping itu, juga bertujuan untuk mendukung berkembangnya pasar keuangan syariah Indonesia, memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi dari saving oriented society menjadi investment oriented society, serta semuanya dijamin oleh negara.
(ade)