Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto. Foto: Koran SI
JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mengeluarkan sukuk global pada akhir semester pertama atau awal semester kedua tahun ini. Penerbitannya akan dilakukan setelah penerbitan samurai bond.
"Global sukuk dihindari pada masa puasa, enggak boleh lebih daripada itu," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, saat konferensi pers di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Menurutnya, penerbitan sukuk global tersebut melihat perkembangan pasar sukuk di Timur Tengah (Middle East), perhitungan berapa besar kebutuhan kita saldo kas yang masih ada dan untuk memperluas investor luar negeri.
Kondisi Timur Tengah yang sedang bergejolak pascakasus Dubai World, juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menerbitkan global sukuk yang melalui metode book building. "Kita juga melihat kondisi pasar Middle East paska Dubai world kemarin," tambahnya.
Meskipun belum ditentukan berapa besaran yang akan diterbitkan dari global sukuk tersebut, namun untuk yield-nya dipastikan akan sesuai dengan yield yang ada di pasaran untuk menarik minat investor asing. "Untuk yield-nya akan disesuaikan dengan yield pasar," tandasnya.
(ade)