Ilustrasi. Foto: Corbis
DUBAI - Dubai menyatakan telah menyuntik dana sebesar USD6,2 miliar ke Dubai World dan siap untuk menempatkan lebih banyak uang ke konglomerat, yang mempunyai utang dan membuat sengsara karena kegelisahan pasar global akhir tahun lalu.
Dana Bantuan Keuangan Dubai yang didirikan pada Februari tahun lalu dibentuk untuk membantu korporasi yang terlilit utang, di mana pihaknya telah menempatkan lebih dari USD6,2 miliar ke Dubai World Group selama 12 bulan.
"Para DFSF siap menempatkan lebih banyak uang ke perusahaan sejalan dengan dibuatnya pengumuman itu pada Desember, ketika pemerintah menutupi utang obligasi Nakheel, raksasa lengan properti Dubai World, sebesar USD4,1 miliar yang jatuh tempo," kata seorang juru bicara pemerintah seperti dilansir dari AFP, Senin (8/2/2010).
Dubai mampu menyelamatkan Nakheel dari gagal bayar dan berterima kasih kepada negara tetangga Abu Dhabi atas bantuannya di menit terakhir, yang membawa total bantuan keuangan Abu Dhabi ke Dubai sejak krisis keuangan global emirat mencapai USD10 miliar.
Adapun The Abu Dhabi, bank sentral dari Uni Emirat Arab juga membayar 10 miliar dolar pada Februari lalu. Walaupun Dubai World ini dimiliki oleh pemerintah, juru bicara pemerintah menekankan bahwa dana diperpanjang secara komersial.
"Uang ini dibuat tersedia bagi DFSF pada syarat-syarat yang wajar secara komersial, dan DFSF telah berusaha untuk memajukan dana tersebut kepada perusahaan secara komersial. Dana ini akan digunakan untuk, antara lain, modal kerja dan biaya bunga bagi perusahaan kredit," katanya, tanpa mengungkapkan suku bunga yang ditawarkan.
Sebagai informasi, Dubai World mulai akhir Desember bernegosiasi dengan kreditur untuk merestrukturisasi sekira USD22 miliar dalam utang oleh anak perusahaan yang bermasalah. Sejauh ini, tidak ada kesepakatan telah dilaporkan.
"Para DFSF dan perusahaan yang beroperasi di dalam prinsip-prinsip yang diterima secara internasional dalam rangka untuk menjamin proses yang adil dan merata bagi semua kreditur," ujarnya.
Pihak Dubai sendiri khawatir dengan pasar keuangan global, ketika pada akhir November diumumkan bahwa pembayaran utang oleh Dubai World dibekukan sekurang-kurangnya enam bulan dalam rangka merestrukturisasi kelompok.
Pengumuman pun menyebar kekhawatiran tentang kemungkinan gagal bayar oleh kota berkembang pesat untuk akumulasi utang negara yang diperkirakan antara USD80 miliar dan USD100 miliar, meskipun beberapa laporan mengatakan itu bisa setinggi USD170 miliar.
(ade)