Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sokong Ekspor, Industri CPO Akan Diberi Insentif

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Senin, 08 Februari 2010 |12:36 WIB
Sokong Ekspor, Industri CPO Akan Diberi Insentif
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian akan memberikan insentif dan disinsentif dalam rangka memfasilitasi pembentukan kawasan industri minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
 
Adapun hal tersebut dilakukan guna mendorong agar ekspor minyak sawit mentah hanya mencapai 50 persen pada 2015 dan 30 persen pada 2020 dari dalam negeri tercapai.
 
"Kondisi ini dicapai dengan mengembangkan industri hilir kelapa sawit yang menghasilkan nilai tambah di dalam negeri," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat, saat konferensi pers tentang Pencapaian Program 100 Hari Kementerian Perindustrian, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (8/2/2010).
 
Di samping itu, pemerintah dan swasta diharapkan akan membangun infrastruktur yang diperlukan sehingga industri hilir kelapa sawit Indonesia akan berdaya saing tinggi.
 
Di sisi lain, pemerintah melaksanakan kebijakan program Klaster Berbasis Migas dan Kondesat berdasarkan fakta bahwa Indonesia memiliki sumber bahan baku migas cukup besar, namun selama ini sebagian besar di ekspor.
 
"Kondisi itu jelas mendukung berkembangnya industri nasional berbasis migas dan kondesat (industri kimia). Padahal industri petrokimia nasional memiliki peranan strategis sebagai pemasok bahan baku industri hilirnya seperti tekstil, plastik, karet, kosmetik, bahan pembersih dan lain sebagainya," jelasnya.
 
Agar industri petrokimia tumbuh menjadi industri yang kompetitif dalam persaingan internasional, mestilah mendapat pasokan bahan baku yang stabil melalui prioritas alokasi bahan baku atau migas untuk kebutuhan domestik.
 
Karena, itu diperlukan kerja sama semua pemangku kepentingan dan keterkaitan yang harmonis antara pihak industri primer (migas) dengan industri petrokimia hulu, antara dan hilir.
 
"Berdasarkan rencana aksi 100 hari, telah dilakukan pencanangan klaster industri berbasis migas dan kondesat, berturut-turut pada 7 Januari 2010 di Samarinda-Kalimantan Timur dan 27 Januari 2010 di Surabaya-Jawa Timur," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement