Ilustrasi. Foto: Corbis
BALIKPAPAN - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan membangun tujuh pembangkit listrik yang pengerjaannya dimulai tahun ini. Pembangkit listrik untuk mengatasi krisis energi ini terletak di Kota Balikpapan yakni di Karang Joang (30 MW), dan Kariangau (200 MW).
Selain itu, juga terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada di daerah Gunung Bayan (50 MW), Embalut (100 MW), Senipah (80) dan Bakrie Power Sangata (200 MW), dan Berau (20 MW).
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan tujuh pembangkit di Kaltim merupakan kerja sama dengan PLN Kaltim dan swasta. "Proyek itu masuk dalam program 10 ribu MW yang dicanangkan pemerintah," kata Awang Faroek saat peresmian pembangkit listrik di Batakan, Balikpapan, Senin (8/2/2010).
Pembangunan pembangkit listrik ini lanjut Awang sebagai upaya mengatasi krisis listrik di wilayahnya. Karena itu pembangunan ini bisa terlaksana dengan melibatkan pihak swasta.
"PLN akan menenderkan proyek pembangkit Kaltim infrastruktur yang berdaya 200 MW serta kerja sama dengan Uni Emirat Arab berdaya 1.300 MW," katanya.
General Manajer PLN Kalimantan Timur, Ahmad Siang, mengungkapkan dengan dioperasikanya pembangkit Sanbera (Kukar) dan Cogindo Batakan (Balikpapan), yang masing-masing berdaya 40 MW, kebutuhan listrik sistem Mahakam sudah surplus hingga 25 MW dari beban puncak 235 MW.
"Namun tidak berarti kita bebas dari pemadaman karena idealnya besaran surplus itu 30 persen dari daya yang dimiliki," tandas Ahmad.
Pembangunan pembangkit listrik baru ini juga untuk memenuhi permintaan pelanggan baru yang masuk dalam daftar tunggu pelanggan PLN Kalimantan Timur yang mencapai 97 ribu rumah tangga.
(ade)