Ilustrasi. Foto: Corbis
BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menargetkan penggunaan tenaga gas untuk seluruh pembangkit listrik di Kalimantan Timur, terlaksana pada 2013 mendatang.
"Ini bertujuan mengurangi ancaman kerusakan alam, akibat pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik," tandas Awang, usai menghadiri peresmian pengoperasian pembangkit 40 megawatt di PLTD Cogindo Batakan, Balikpapan, Senin (8/2/2010).
Kebijakan ini pun telah disampaikannya ke masing-masing kepala daerah, agar melakukan peralihan bahan bakar secara bertahap, dari batu bara ke gas di tiap-tiap pembangkit listrik di masing-masing wilayah.
Sebagai informasi, Kalimantan Timur menduduki urutan pertama penghasil batu bara di Indonesia, dengan produksi mencapai 62 juta ton per tahun.
Selain itu pihaknya juga berencana mengembangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air di tiga kabupaten, kota, pada 2010 ini. Yakni sungai Bulungan, sungai Mahakam Samarinda, dan sungai Telen Kutai Timur. "Saat ini tengah dilakukan studi kelayakan di tiga lokasi tersebut," tambahnya.
Pembangunan tiga pembangkit tenaga air itu juga dapat membantu distribusi listrik di sistem Mahakam, bahkan hingga jaringan listrik pulau Jawa.
Menurut Awang, Kalimantan Timur sangat memiliki potensi sumber daya alam cukup banyak untuk dikembangkan, untuk menggantikan penggunaan batu bara, yang pemanfaatannya mengancam kelestarian alam.
(ade)