Getting time...

Permintaan Minyak Lesu, Super Tanker Iran Nganggur

Hermanto - Okezone
Selasa, 9 Februari 2010 18:24 wib
Foto: Corbis.com
Foto: Corbis.com
TEHERAN - Iran, anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebagai penghasil minyak mentah terbesar kedua, memiliki sekira tiga super tanker yang saat ini berdiam diri di wilayah Teluk Persia.

Tanker tersebut, masing-masing berukuran lebih besar dari Gedung Chrysler. Nganggurnya kapal raksasa itu, lantaran harga yang turun ke level USD71 per barel. Landainya harga emas hitam karena dalam lima minggu sebelum pertemuan para anggota OPEC. Pertemuan akan dilaksanakan pada 17 Maret di Wina, untuk mendiskusikan kuota produksi setelah melonjaknya produksi dalam delapan bulan terakhir.

Kapal itu sudah lebih dari empat minggu tidak beroperasi, demikian data yang didapat melalui AIS Live Ltd, seperti yang dikutip dari Bloomberg.com, Selasa (9/2/2010).

Posisi tanker yang berkapasitas dua juta barel, tampaknya terisi penuh. Jumlah cadangan minyak pun tampaknya akan bertambah, karena dua tanker yang masih belum beroperasi itupun masih ada yang belum terisi.

OPEC menghitung ada sekira 40 persen cadangan minyak dunia  yang masih belum jelas nasibnya. Dua tahun lalu, Iran menggunakan kapal tankernya untuk menyimpan cadangan minyak ketika pembelian menurun.

“Kita memasuki musim di mana permintaan dari Jepang memang menurun, yang merupakan pengguna dari minyak mentah Iran,” ujar Direktur Utama Zug Olivier Jakob, konsultan minyak Petromatrix GmbH di Swis.

Direktur Utama Seifollah Jashnsaz dan Manager Hubungan Internasional Ali Asghar Arshi dari National Iranian Oil Co belum memberikan informasi mengenai hal ini.

Harga minyak mentah turun selama empat minggu terakhir ini, atau penurunan terparah sejak yang terjadi pada Juli 2008 yang mencapai USD147 per barel.

Lesunya daya beli minyak terjadi karena kekhawatiran negara Eropa untuk mengurangi defisit keuangannya akan mengekang pertumbuhan pada saat perekonomian mereka beranjak pulih.

Pemulihan ekonomi yang lemah akan menyokong kembali naiknya nilai dolar Amerika dan mendorong penjualan komoditas.
 
Ketika kargo Iran tidak beroperasi, perusahaan minyak dan bank-bank akan menjual minyak yang tersimpan di kapal-kapal tanker ke pasaran. Jumlah kapal yang termasuk dalam perdagangan “contango”, istilah yang digunakan ketika harga suatu komoditas pasar untuk masa mendatang lebih tinggi. (rhs)
TWITTER »
twit