Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - UBS Investment Banking cetak laba bersih sebesar 1,205 juta Francs selama kurun waktu kuartal empat 2009 untuk seluruh divisi usahanya.
Bila dibandingkan dengan kuartal tiga tahun sebelumnya, telah terjadi perbaikan karena adanya biaya yang lebih rendah, serta beban biaya kredit, dan pajak pinjaman yang lebih ringan.
Adapun pengurangan biaya dan efisiensi program yang telah dicanangkan sejak awal 2009 telah berbuah pada pengurangan yang tajam pada biaya tetap menjadi 20,2 miliar Francs pada 2009, atau sesuai dengan target yang ditetapkan untuk 2010 yaitu sebesar 20 miliar Francs.
Tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Selasa (9/2/2010), untuk jumlah karyawan mengalami pemangkasan sebesar 16 persen menjadi 65.233 di 2009, yang dikatakan sejalan dengan target di 2010 sebanyak 65 ribu.
Selain itu, rasio modal Bank for International Settlements (BIS) tier 1 di akhir tahun tercatat sebesar 15,4 persen, berbanding dengan 11,0 persen rasio modal dari periode sebelumnya di 31 Desember 2008. Selanjutnya, rasio tertopang FINMA sebesar 3,9 persen pada kuartal empat 2009 berbanding dengan 2,5 persen pada kuartal empat 2008.
Pengurangan juga terdapat pada eksposur risiko dan neraca, aset 1 turun 21 persen secara year-on-year menjadi 919 miliar Francs dan jumlah aset yang terbebani risiko turun 32 persen secara year-on-year menjadi 207 miliar Francs per 31 Desember 2009.
Kawasan Asia Pasifik sendiri dinilai telah menunjukkan likuiditas baru yang positif selama kuartal empat. Aset yang diinvestasikan tercatat sebesar 2,223 miliar Francs pada 31 Desember 2009, atau lebih tiga persen secara year-on-year dan turun satu persen dibandingkan akhir kuartal sebelumnya.
CEO UBS Group Grübel mengatakan bahwa saat ini UBS tengah mengimplementasikan rencananya dalam melakukan pembaharuan dalam UBS. Ini menunjukkan alasan dalam pengeluaran likuiditas baru masih menjadi prioritas utama, manajemen yakin bahwa reputasi perusahaan akan terjaga dengan adanya hasil yang konkrit.
Manfaat dari kemajuan yang dibuat untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, membangun dan memfokuskan kembali bisnis, diperkirakan akan mulai dapat dirasakan pada kuartal yang mendatang. (ade)