Getting time...

Saham Publik BBNI dan BMRI Akan Ditambah

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 9 Februari 2010 12:22 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan pemerintah tengah memproses rencana dua bank BUMN untuk memperbesar porsi saham yang dimiliki publik (free float), yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI).

"Prosesnya masih terus kita lakukan, mudah-mudahan tahun ini bisa kita laksanakan," ujar Mustafa, ketika ditemui di sela acara pencatatan perdana saham PT PP di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Dia menjelaskan, ketiga bank tersebut berencana untuk menambah saham free float hingga 40 persen. Saat ini, jumlah saham publik BMRI baru sekira 33 persen, dan BBNI sebanyak 15 persen.

"Bank Mandiri juga kita sedang bahas. Kalau Mandiri akan ada rencana diperbesar jadi 40 persen (saham publik/free float), Mandiri sebelumnya 32-33 persen. Ini kan memerlukan persetujuan DPR juga. BNI sekarang 15 persen, akan menjadi mendekati 40 persen," jelasnya.

Mustafa mengatakan, alasan dari dilakukan penambahan saham publik adalah untuk keperluan memperoleh modal tambahan untuk kegiatan operasional bank-bank tersebut, penambahan saham free float juga bertujuan untuk memperoleh insentif pajak dari pemerintah.

"Alasannya untuk insentif pajak lima persen, dari korporasi menghendaki hal ini. Tapi belum tahu kuartalnya. Ini kan simultan berurutan antara BNI dan Mandiri," jelasnya.

Dia menambahkan, meski rencana itu sudah diagendakan untuk tahun ini, mekanisme penawaran saham nantinya belum bisa ditentukan. "Ada dua kemungkinan kalau tidak right issue kita pertimbangkan pula opsi secondary offering. Pokoknya masih dibahas antara dua pilihan itu," jelasnya.
(ade)
TWITTER »
twit