Foto: Koran SI
JAKARTA - Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM Ismed Hasan Putro mengungkapkan pemilihan pucuk pimpinan perusahaan melalui mekanisme fit and proper test di DPR, akan berujung pada bagi-bagi kekuasaan.
"Anggota DPR saat ini cenderung seperti pedagang. Karena untuk menentukan seseorang, akan terjadi paket transaksional," kata Ismed, saat Diskusi Perbankan bertajuk Membangun Peran Masyarakat dalam Menjawab Tantangan Independensi Bank Sentral, di Gedung The Energi, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
Bahkan kasus transaksional yang terjadi di DPR, kata Ismed, justru nilai transaksinya melebihi transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika dilihat rata-rata transaksi harian di pasar modal Indonesia kini sekira Rp6 triliun per hari. Berarti nilai transaksi per hari di DPR bisa lebih dari itu.
Bahkan, saat ini DPR sedang menggelar fit and proper Badan Supervisor Bank Indonesia. Sudah ada 12 orang yang diajukan menjadi badan pengawas independen BI itu.
"Anehnya ada satu orang dari partai politik yang menjadi badan pengawas BI tersebut. Sehingga kalau ingin BI bisa lebih independen, maka harus menghilangkan unsur partai politik di dalamnya," tegasnya.
Jika hal tersebut terjadi, lanjut Ismed, maka ada indikasi bahwa kehancuran BI semakin dekat.
(Didik Purwanto/Koran SI/ade)