Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai bila daya beli konsumen di Indonesia saat ini masih kurang karena makroekonomi yang belum sepenuhnya kuat.
"Seharusnya pada 2010 daya beli konsumen di Indonesia sudah lebih baik. Daya beli dan indeks konsumen di Indonesia itu masih terpaksa," kata Ketua Pelaksana Harian Aprindo Tutum Rahanta, di Jakarta, Kamis (11/2/2010).
Dalam artian, konsumen pun terpaksa membeli karena tidak ada alternatif. Karena mereka butuh dan terpaksa berbelanja sesuai dengan pendapatannya.
"Terpaksa menggunakan suatu jasa transportasi karena tidak ada alternatif. Pendapatan konsumen tidak sampai sebulan sudah habis," jelasnya.
Seperti diketahui, Bank Dunia pernah memproyeksikan laju inflasi indeks harga konsumen (IHK) akan bergerak di atas laju inflasi inti. IHK Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh 5,6 persen, di atas realisasi indeks yang sama tahun ini 4,7 persen.
Indeks ini akan terus naik menjadi 6,5 persen pada 2011. Atas dasar itu, penurunan angka kemiskinan 2010 bakal lebih lambat. Berdasarkan skenario tinggi, angka kemiskinan bisa ditekan ke level 13,9 persen dari 14,2 persen tahun ini. Sedangkan berdasarkan skenario rendah, angka kemiskinan bisa ditekan jadi 13,4 persen dari 14,2 persen tahun ini. (Sandra Karina/Koran SI/ade)