Getting time...

Ekspor China Melonjak di Januari

Kamis, 11 Februari 2010 07:08 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
BEIJING - China menyatakan bahwa ekspornya pada Januari lalu kembali melonjak. Hal itu memastikan China sebagai kekuatan baru dalam perdagangan dunia.

Biro Kepabeanan China menyatakan, pada bulan itu nilai ekspor naik 21 persen menjadi USD109,475 miliar. Pencapaian itu menandai pembalikan tren ekspor China yang sejak Desember tahun lalu merosot akibat krisis keuangan global. Dengan pencapaian tersebut, China bahkan mengungguli Jerman. Namun, analis menilai angka ekspor China pada Januari lalu belum mencerminkan situasi yang sesungguhnya sebab bulan yang sama bertepatan dengan perayaan Tahun Baru China yang menyebabkan kegiatan ekspor di Januari tahun sebelumnya yang menjadi pembanding pertumbuhan tersebut dari awal tidak besar.

”Pertumbuhan 21 persen itu sama sekali tidak kuat.Menurut saya belum ada yang patut dirayakan dari pencapaian ini,” ujar ekonom dari Citigroup Beijing Ken Peng. Menurut dia, pelaku pasar sebaiknya menunggu kinerja ekspor pada Maret yang akan memberikan gambaran lebih riil dari perkembangan perdagangan China. Surplus perdagangan China pada Januari tercatat USD14,17 miliar, turun 63,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapat berbeda diungkapkan ekonom Nomura International (HK) Ltd di Hong Kong, Robert Subbaraman.Menurut dia,kendati basis pembandingnya memang tidak besar, pertumbuhan ekspor Januari lalu cukup sebagai tanda bahwa perekonomian global memang sudah bangkit dari resesi.

Dia mencatat bahwa impor China pun bulan itu melonjak 85,5 persen jika dibandingkan bulan yang sama pada 2009, mencapai USD95,3 miliar.”Banyak dari impor itu adalah suku cadang dan komponen (produksi) yang pada akhirnya juga akan meningkatkan ekspor. Jadi ini menunjukkan bahwa tren kenaikan ekspor berlanjut,” tutur Subbaraman. (M Faizal)
(//css)
TWITTER »
twit